Kereta Api Sangkuriang Rute Banyuwangi Disulap Jadi Media Promosi Gandrung Sewu 2026
Pengalaman bepergian menuju Banyuwangi, menyuguhkan nuansa yang sarat akan daya tarik budaya bagi para penumpang KA Sangkuriang. Di tengah perjalanan, atmosfer gerbong mendadak berubah riuh dan penuh warna tatkala kesenian khas Gandrung hadir menyapa para musafir sebagai bagian dari rangkaian promosi akbar menuju event pariwisata terbesar, Gandrung Sewu 2026.
Tampil anggun dalam balutan tata kostum khas Banyuwangi yang sarat makna, atraksi Tari Gandrung di dalam KA Sangkuriang sukses menyita perhatian serta menjadi kejutan menyenangkan bagi segenap penumpang dalam rangka memperingati HUT KAI yang ke-81. Terhitung sejak melintasi Stasiun Kalibaru hingga memasuki perhentian akhir di Stasiun Ketapang, warisan kebudayaan tersebut dihadirkan untuk memikat hati para wisatawan sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Blambangan.
Agenda bertajuk Gandrung On Train ini tak cuma menyajikan tontonan visual semata, melainkan juga media promosi Gandrung Sewu 2026 yang akan diselenggarakan di Pantai Boom Marina mendatang.
Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi, Ainur Rofik, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas suksesnya pelaksanaan kegiatan promosi kreatif ini. Menurutnya, inovasi seperti Gandrung On Train menjadi strategi promosi event unggulan seperti Gandrung Sewu yang sangat efektif untuk para pelancong dari berbagai daerah sejak dalam perjalanan.
"Tahun ini rangkaian perhelatan Gandrung Sewu 2026 dirancang semakin meriah dengan berbagai agenda pendukung yang siap memanjakan wisatawan selama beberapa hari berturut-turut. Rangkaian acara tersebut resmi dimulai pada tanggal 22 Oktober 2026 dengan sajian Keroncong Banyuwangi dan atraksi memukau Hadrah Kuntulan Cilik," ungkap Rofik.
Kemeriahan budaya ini kemudian berlanjut pada keesokan harinya, yakni tanggal 23 Oktober 2026. Pada hari tersebut, para pengunjung dapat menikmati atmosfer seni yang lebih interaktif melalui gelaran Live Music Jalanan serta pertunjukan tradisional autentik Gandrung Terob yang sarat nilai historis.
Puncak dari seluruh rangkaian acara akan tersaji secara spektakuler pada tanggal 24 Oktober 2026. Pada hari tersebut, masyarakat dan wisatawan disuguhi deretan atraksi menawan mulai dari Jaranan Show, ritual sakral Meras Gandrung, atraksi Drone Show yang memukau, pergelaran utama Gandrung Sewu, hingga ditutup dengan Konser Musik yang meriah.
Lebih lanjut, Rofik menegaskan bahwa ragam acara yang disiapkan tidak hanya sekadar hiburan semata, melainkan wujud konsistensi Banyuwangi dalam merawat tradisi sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis budaya.
"Kami telah menyiapkan susunan acara yang sangat padat dan berkualitas sepanjang tanggal 22 hingga 24 Oktober 2026. Mulai dari keroncong, hadrah, jaranan, hingga pementasan akbar Gandrung Sewu dan konser musik, semuanya dikemas untuk memberikan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi siapa saja yang datang ke Banyuwangi," tambah Rofik.
Dengan gencarnya promosi melalui berbagai lini termasuk aktivasi ruang publik dan moda transportasi, diharapkan gaung Gandrung Sewu 2026 mampu menjangkau audiens yang lebih luas dan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan secara signifikan pada tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Disbudpar terus membuka pintu seluas-luasnya bagi para pelancong dari penjuru Nusantara maupun mancanegara untuk hadir langsung dan merayakan kebersamaan dalam kemegahan budaya di panggung utama Gandrung Sewu 2026.
(yap)

