Keren! Pasar Batik Warnai Jazz Gunung Ijen 2023 Maestro Batik Banyuwangi, Mbah Kulsum
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Keren! Pasar Batik Warnai Jazz Gunung Ijen 2023

321x Dilihat

Sendratari Meras Gandrung (SMG) yang diadakan di Taman Gandrung Terakota (TGT) menjadi acara istimewa yang berbeda dari pementasan bulanan sebelumnya. Keistimewaan tersebut karena pelaksanaannya digabung dengan acara Pasar Batik Banyuwangi yang juga merayakan HUT ke-78 Kemerdekaan RI.

 

Pasar Batik ini dibuka oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, didampingi pemilik Jiwa Jawa Resort, Sigit Pramono, Sabtu (19/8).

 

Pasar Batik menawarkan berbagai produk batik khas Banyuwangi hingga nusantara, baik dalam bentuk kain, pakaian, aksesoris, maupun kerajinan.

 

Turut hadir pula Mbah Kulsum, maestro Batik Banyuwangi yang masih eksis hingga saat ini. Ia menunjukkan kepada publik mengenai batik khas Banyuwangi.

 

Ipuk mengucapkan terima kasih kepada Sigit Pramono atas kontribusinya dalam mengembangkan pariwisata dan seni budaya di Banyuwangi.

 

“Saya berharap acara ini menjadi inspirasi bagi kita semua, untuk turut mempertahankan kekayaan warisan budaya nusantara, termasuk batik. Batik adalah warisan leluhur yang harus kita banggakan dan lestarikan," kata Ipuk.

 

Banyuwangi sendiri rutin menggelar event Banyuwangi Batik Festival, yang salah satu tujunnya untuk melestarikan dan mempromosikan batik khas Banyuwangi, serta mencetak para desainer muda batik.

 

Sigit Pramono menjelaskan, tahun ini Jazz Gunung Ijen digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dan akan digelar pada 23 September 2023 di Amfiteater Taman Gandrung Terakota.

 

Hari pertama, Sabtu (19/8), selain Pasar Batik Banyuwangi, juga digelar Bincang Batik yang dimoderatori oleh kurator seni dan Dosen Pascasarjana ISI Yogyakarta, Dr. Suwarno Wisetrotomo, dan juga workshop membatik bersama Maestro Batik Indonesia, Dudung Aliesyahbana. Pada malam harinya digelar Jam Session & Dinner: Road to Jazz Gunung Ijen 2023.

 

Selanjutnya di hari kedua, Minggu (20/08), digelar Sunday Brunch dan Batik Fashion Show yang menampilkan koleksi batik para desainer muda.

 

Selain membuka Pasar Batik, Ipuk juga meresmikan Rumah Batik Godin, Rumah Batik yang didirikan oleh Sigit Pramono.

 

Rumah Batik Godin menyimpan puluhan dokumentasi fisik dan digital batik Banyuwangi hingga Nusantara. Rumah Batik Godin ini dibuat untuk mengenang mendiang istri Sigit Pramono, Sri Rahayu Kusindini (Godin), yang sangat mencintai batik dan seni.

 

"Rumah Batik Godin ini wujud penghargaan saya kepada istri saya yang telah tiada. Saya berharap dengan adanya Rumah Batik Godin, batik dapat lebih dikenal dan dicintai oleh masyarakat luas," ujar Sigit Pramono.

 

Sigit menambahkan, Pasar Batik nantinya juga akan digelar tiap pagelaran Sendratari Meras Gandrung, yang masuk dalam kalender Banyuwangi Festival.