Kemeriahan Epic Forest Fashion Show di Banyuwangi Batik Festival 2024 Banyuwangi Batik Festival 2024
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Kemeriahan Epic Forest Fashion Show di Banyuwangi Batik Festival 2024

264x Dilihat

Banyuwangi Batik Festival kembali mengangkat khasanah keindahan batik khas Banyuwangi. Dengan tema The Beauty of Batik Jenon, acara ini resmi dibuka pada Jumat siang (18/10/2024), di De Djawatan Forest, Benculuk. 

Gelaran hari pertama itu dimeriahkan dengan lomba fashion show yang diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang usia mulai dari 3 hingga 20 tahun. Lomba fashion kali ini terasa begitu spesial karena digelar di bawah rindangnya kanopi pohon trembesi hutan De Djawatan. Dengan tagline Epic Forest Fashion Show, lomba tersebut berhasil menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. 

“Konsep fashion show kali ini garden wear ya sesuai dengan lokasi kita yang berada di hutan. Untuk penilaian baju sendiri cukup detail, mulai dari kerapihan, jahitan juga desain kombinasi batik,” beber Dedy Wahyu Hernanda, Ketua Asosiasi Batik Sekar Jagad Blambangan. 

Seluruh peserta mengenakan busana hasil rancangan desainer lokal. Kain yang mereka gunakan juga merupakan hasil produksi pengrajin batik di Banyuwangi. Skema ini dirancang untuk menggeliatkan industri batik mulai dari hulu ke hilir. 

“Banyuwangi Batik Festival ini bukan sekedar acara fashion semata, namun merupakan upaya Banyuwangi untuk terus melestarikan batik khasnya sekaligus menumbuhkan ekosistem industri batik yang sehat dan berkelanjutan,” ungkap Budi Sayekti Sugirah, istri Plt. Bupati Banyuwangi Sugirah yang membuka acara siang itu. 

Perlu diketahui bahwa tahun ini, BBF telah memasuki kali kesebelas penyelenggaraan. Keberlanjutan acara ini membuktikan bahwa dampak yang diberikan baik secara ekonomi maupun budaya sangatlah besar. Sebelumnya, BFF telah mengangkat berbagai motif batik khas Banyuwangi sebagai tema. Motif tersebut antara lain Gajah Oling, Galaran, Sembruk Cacing, Gedekan, Kangkung Setingkes, Paras Gempal dan Jajang Sebarong.

Acara ini turut diiringi serangkaian kegiatan lain yang memicu kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya, khususnya batik. Selain fashion show, terdapat pula bazar UMKM batik, kesenian jaranan buto serta penampilan musisi lokal. Pemilihan lokasi yang berada di hutan memberi pengalaman lain pada gelaran BFF tahun ini.