Kemenparekraf RI Support Pengembangan Konektivitas Banyuwangi dan Bali Barat Pulau Tabuhan, Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Kemenparekraf RI Support Pengembangan Konektivitas Banyuwangi dan Bali Barat

316x Dilihat

Banyuwangi memiliki bentang garis pantai yang sangat panjang. Hal ini dimanfaatkan oleh pelaku industri pariwisata di Banyuwangi untuk menjadikan sebuah destinasi andalan. Aksesibilitas yang terdapat dalam destinasi pariwisata pantai tidak menyurutkan minat wisatawan. Hal ini ditandai dengan adanya aksesibilitas destinasi pariwisata pantai yang kurang baik namun tingkat kunjungan wisatawan meningkat tiap tahun.

 

Seperti permasalahan saat ini yang dialami, ketika wisatawan berkunjung ke Banyuwangi dan ingin melanjutkan ke destinasi wilayah Bali Barat harus menempuh waktu yang sangat lama. Poin permasalahan tersebut salah satunya tentang lama waktu penyeberangan dari Ketapang Banyuwangi ke Gilimanuk Bali harus menempuh kurang lebih 1 jam. Banyaknya wisatawan dari Banyuwangi maupun Bali Barat yang ingin berwisata one day trip dengan biaya yang terjangkau. Hal ini dikarenakan belum terkoneksinya Banyuwangi dan Bali Barat melalui transportasi kapal cepat.

 

Saat kunjungan kerja di Banyuwangi, Sabtu pagi, (13/01/2024) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan ingin mengembangkan menjadi Three B (Banyuwangi Bali Barat).

 

"Jadi ini ekosistem yang baik, dan kita akan mendirikan marina untuk kapal-kapal cepat yang menghubungkan Menjangan Island ke Lovina Beach dengan Tabuhan Island, Bangsring dan Grand Watudodol." kata Sandiaga Uno.

 

Sandiaga Uno menyampaikan hal itu akan dikembangkan, nantinya akan ada rapat koordinasi di kuartal pertama.

 

"Setelah rapat koordinasi akan kita tawarkan sebagai paket untuk beban di Bali Selatan. Jadi misal mau MICE, kegiatan perusahaan, korporasi dan lain sebagainya gak usah jauh-jauh cukup landing di Banyuwangi Bali Barat dan nikmati alam yang sangat indah. Dan tentunya di Banyuwangi ini bebas dari kemacetan." imbuh Sandiaga Uno.

 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno akan mengkaji mengenai pembuatan grand desain pariwisata untuk connecting antara Banyuwangi dan Bali Barat. Hal ini juga perlu adanya transportasi berupa kapal cepat (fast boat) yang menghubungkan destinasi-destinasi tersebut melalui jalur laut untuk efisiensi waktu.

 

Sandi juga menambahkan, Pulau Tabuhan pertama kali pada tahun 2015 di ajang International Kite and Wind Surfing yang pertama kali digelar. Di Pulau Tabuhan ini anginnya stabil dan kencang sehingga mudah untuk atraksi. Dan juga untuk kegiatan surfing juga sangat mendukung.