Kemenpar Dukung Konektivitas Perkembangan Pariwisata di Wilayah Bali Barat - Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kab. Banyuwangi

Kemenpar Dukung Konektivitas Perkembangan Pariwisata di Wilayah Bali Barat - Banyuwangi

311x Dilihat

Salah satu destinasi pariwisata andalan di Banyuwangi adalah destinasi pariwisata pantai. Aksesibilitas yang terdapat dalam destinasi pariwisata pantai tidak menyurutkan minat wisatawan. Hal ini ditandai dengan adanya aksesibilitas destinasi pariwisata pantai yang kurang baik namun tingkat kunjungan wisatawan meningkat tiap tahun.

Seperti permasalahan saat ini yang dialami, ketika pengunjung sedang di area wisata Banyuwangi dan ingin melanjutkan ke destinasi wisata wilayah Bali Barat harus menempuh waktu yang sangat lama.

Poin permasalahan tersebut salah satunya tentang lama waktu penyeberangan dari Ketapang Banyuwangi ke Gilimanuk Bali harus menempuh kurang lebih 1 jam. Banyaknya wisatawan dari Banyuwangi maupun Bali Barat yang ingin berwisata one day trip dengan biaya yang terjangkau. Hal ini dikarenakan belum terkoneksinya Banyuwangi dan Bali Barat melalui transportasi kapal cepat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata M.Y. Bramuda menyampaikan potensi yang ada di kawasan Banyuwangi seperti Pulau Tabuhan, Bangsring Underwater, Grand Watudodol, Marina Yacth Club Boom Beach, dan Kawah Ijen jika terkoneksi dengan Bali Barat maka dapat menjangkau juga Pulau Menjangan, Pantai Lovina, dan Pemuteran Beach.

"Jika terjadi konektivitas akses antar pariwisata maka permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mudah. Apalagi melihat wisatawan pasti mencari akses yang mudah dan murah dengan waktu yang tidak terlalu lama." ungkap Bramuda.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno akan mengkaji mengenai pembuatan grand desain pariwisata untuk connecting antara Banyuwangi dan Bali Barat. Hal ini juga perlu adanya transportasi berupa kapal cepat (fast boat) yang menghubungkan destinasi-destinasi tersebut melalui jalur laut untuk efisiensi waktu.

"Guna menunjang kebutuhan tersebut Kemenparekraf dapat fokus mensupport tercapainya konektivitas pengembangan pariwisata Banyuwangi - Bali barat yang nantinya dapat dilanjutkan dengan pembuatan paket wisata Banyuwangi - Bali Barat dengan agen-agen travel dan hotel." pungkas Sandi.

Sandi juga menambahkan, Pulau Tabuhan pertama kali pada tahun 2015 di ajang International Kite and Wind Surfing yang pertama kali digelar. Di Pulau Tabuhan ini anginnya stabil dan kencang sehingga mudah untuk atraksi. Dan juga untuk kegiatan surfing juga sangat mendukung.

Konektivitas antar pariwisata tersebut diusulkan rute fasboat Banyuwangi - Bali Barat seperti di Gili Trawangan - Bali.

Tinggalkan komentar