Kehadiran "Rasa" Tionghoa di Ujung Timur Jawa
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kab. Banyuwangi

Kehadiran "Rasa" Tionghoa di Ujung Timur Jawa

131x Dilihat

Banyuwangi merupakan kota yang didiami oleh beragam etnis masyarakat, salah satunya Etnis Tionghoa. Berbagai catatan sejarah menunjukkan bahwa masyarakat Tionghoa telah bermigrasi ke Banyuwangi sejak abad ke-14 lalu untuk kepentingan berdagang. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Tionghoa menjadi penduduk tetap dan ikut berdinamika sosial di Banyuwangi. Jejak sejarah migrasi masyarakat Tionghoa di Banyuwangi dapat dilihat di Kelurahan Tukang Kayu dan Kelurahan Karangrejo yang menjadi daerah Pecinan. Kini, masyarakat Tionghoa hidup berdampingan dengan etnis lain di Banyuwangi. 

Kelurahan Karangrejo atau biasa disebut Pecinan Timur dan Kelurahan Tukang Kayu atau yang biasa disebut Pecinan Barat, menyimpan bukti jejak perjalanan masyarakat Tionghoa di Banyuwangi. Bangunan paling bersejarah yang hingga saat difungsikan denga baik adalah TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) atau Klenteng Hoo Tong Bio yang terletak di Jalan Ikan Gurame, Karangrejo. Klenteng Hoo Tong Bio dibangun pada tahun 1784 oleh komunitas Tionghoa. Klenteng ini merupakan yang tertua di Jawa Timur dan menjadi klenteng induk dari sembilan klenteng lain yang berada di Jawa Timur, Bali dan Lombok. Selain Hoo Tong Bio, Banyuwangi juga memiliki Klenteng Tik Lion Tiang yang berada di Kecamatan Rogjampi yang merupakan salah satu klenteng cabang Hoo Tong Bio. 

Perayaan Tahun Baru Imlek yang merupakan hari besar masyakat Tionghoa menjadi salah satu agenda yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Tahun ini, Imlek jatuh pada hari Minggu, 22 Januari 2023. Masyarakat Tionghoa pengurus Klenteng Hoo Tong Bio sudah mulai melakukan persiapan sejak sepekan sebelum perayaan. Mereka memperbarui cat klenteng serta memasang ornamen khas Imlek hingga di area luar klenteng sehingga menjadikan suasana semakin meriah. Sebagai klenteng induk, perayaan di Klenteng Hoo Tong Bio menjadi yang paling ramai dikunjungi. Di samping kegiatan sembahyang, setiap tahunnya Klenteng Hoo Tong Bio juga menyajikan pagelaran Barongsai serta Tari Kipas. Selain atraksi budaya, festival Imlek juga menyajikan kudapan khas seperti nasi ayam hainan, bebek dan ayam peking, bakcang, burger Shanghai, bakpao, dimsum, kwetiau, dan masih banyak lainnya. Perayaan Imlek semakin menarik karena dipadukan dengan kesenian lokal Banyuwangi yang kemudian memberi suguhan keindahan pluralisme budaya. Perayaan Tahun Baru Imlek dikemas dalam sebuah festival yang tak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga masyarakat etnis lainnya. Perayaan tersebut merupakan salah satu ekspresi dalam merajut harmoni kehidupan multikulturalisme di Banyuwangi.

Tinggalkan komentar