Jelang Revalidasi Ijen UGGp, Kualitas Destinasi di Banyuwangi Ditingkatkan  Kawah Ijen Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Jelang Revalidasi Ijen UGGp, Kualitas Destinasi di Banyuwangi Ditingkatkan 

455x Dilihat

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi Pengembangan Destinasi Pariwisata sebagai langkah strategis menyambut Revalidasi I UNESCO Global Geopark (UGGp) Ijen tahun 2026. Acara yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur ini berfokus pada penguatan kesiapan seluruh unsur pendukung di kawasan Geopark. Upaya ini menjadi krusial mengingat status UGGp menuntut standar pengelolaan internasional yang berkelanjutan, baik dari sisi geologi, budaya, maupun keanekaragaman hayati.

 

Langkah persiapan ini diwujudkan melalui kegiatan terstruktur yang mengintegrasikan pembekalan teknis bagi para pelaku pariwisata serta masyarakat di wilayah deliniasi Ijen Geopark, yang mencakup Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Fokus utama program ini adalah mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, baik yang berada di titik destinasi wisata unggulan maupun mereka yang mengelola desa wisata. 

 

Mewakili Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Destinasi Wisata, Radix Mulya Mahardika, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi proses revalidasi yang dijadwalkan pada bulan Juni mendatang.

 

"Maksud dan tujuan pertemuan siang ini adalah untuk memperkuat kerjasama pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten serta seluruh pelaku wisata dan budaya yang ada di area Ijen UGG agar dapat saling bersinergi membangun kawasan ijen agar terus berkelanjutan," ujar Radix (09/02/2026). 

 

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari pemerintah provinsi. Beliau berharap momentum ini menjadi ajang diskusi terbuka untuk menyempurnakan strategi lapangan.

 

"Melalui rapat ini, kami mengharapkan masukan dari seluruh elemen masyarakat yang hadir agar dapat meningkatkan dan semakin menyempurnakan program yang telah berjalan,” tuturnya.

 

Rangkaian acara ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Februari 2026. Agenda hari pertama diisi dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang membahas peran strategis Pemerintah Kabupaten Banyuwangi serta peran aktif masyarakat dalam pengelolaan kawasan. FGD berlangsung di Rumah Digital Desa Wisata Gombengsari yang merupakan salah satu site Ijen Geopark. Tak hanya di dalam ruangan, peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan dan diskusi bersama petugas teknis Ijen Geopark di beberapa situs penting, seperti kawasan pesisir Teluk Pang-pang dan Desa Wisata Wringin Putih.

 

Perjalanan Kawasan Ijen menuju panggung dunia dimulai saat ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada tahun 2018, yang kemudian berlanjut pada pengusulan menjadi jaringan global. Setelah melalui proses penilaian ketat oleh tim evaluator internasional, Ijen resmi menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp) pada sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Mei 2023. Revalidasi tahun 2026 ini pun menjadi ujian perdana sekaligus pembuktian bagi Banyuwangi untuk menunjukkan konsistensi dalam menjaga warisan bumi demi kesejahteraan masyarakat di masa depan.