Jelang Gandrung Sewu, Pengrajin Omprog Banjir Pesanan  Eko saat membuat Omprog Gandrung
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Jelang Gandrung Sewu, Pengrajin Omprog Banjir Pesanan 

272x Dilihat

Festival Gandrung Sewu akan kembali digelar di Pantai Boom Marina pada 26 Oktober mendatang. Festival ini yang masuk ke dalam Kalender Event Nusantara (KEN) ini selalu menyedot perhatian publik karena suguhan tari kolosalnya yang spektakuler. Tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, Gandrung Sewu juga berperan sebagai penggerak roda ekonomi di berbagai sektor, termasuk industri kerajinan lokal.

 

 

Salah satu pengrajin yang menerima lonjakan pesanan adalah Eko Susanto, seorang pengrajin omprog atau mahkota penari gandrung. Menurut Eko, pesanan omprog yang ia terima mengalami peningkatan yang signifikan. Jika sebelumnya ia hanya menerima 8 hingga 10 pesanan omprog dalam 

satu periode, kini jumlah tersebut melonjak hingga lebih dari 25 pesanan.

 

 

“Menjelang event Gandrung Sewu 2024 ini, alhamdulillah orderan kami meningkat. Saya setiap hari lembur sampai tengah malam untuk mengejar waktu karena proses natah atau memahat seperti ini memakan waktu lama,” ungkap Eko. (11/09/2024)

 

 

Omprog buatan Eko Susanto terbuat dari kulit sapi yang dipahat dengan motif khas Banyuwangi. Beberapa motif yang sering digunakan adalah kangkung setingkes dan tokoh pewayangan Antasena. Eko mengerjakan seluruh proses pembuatan omprog secara mandiri, mulai dari tahap natah atau mengukir, nyungging atau mengecat, sampai merangkai setiap komponen hingga menjadi omprog siap pakai.

 

 

Eko Susanto merasa bahagia dengan pekerjaannya, terutama karena ia dapat terus berkarya sambil memberikan kontribusi nyata untuk festival budaya seperti Gandrung Sewu. "Saya sangat senang bisa berperan dalam melestarikan budaya daerah dan memberikan dukungan untuk acara sebesar ini. Festival ini tidak hanya mempromosikan kebudayaan lokal tetapi juga membantu ekonomi kami," ujarnya.

 

 

Eko juga berharap bahwa dengan adanya Festival Gandrung Sewu, generasi muda akan semakin termotivasi untuk melestarikan tari gandrung dan kerajinan tradisional lainnya. Ia percaya bahwa dengan dukungan dan perhatian yang diberikan kepada budaya lokal, tradisi dan seni seperti tari gandrung akan terus hidup dan berkembang di masa depan.