Jaranan Naik Kelas di Senja AWT, Banyuwangi Sulap Seni Tradisi Menjadi Magnet Wisata Baru Jaranan perform di Senja AWT Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Jaranan Naik Kelas di Senja AWT, Banyuwangi Sulap Seni Tradisi Menjadi Magnet Wisata Baru

145x Dilihat

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan inovasi dalam mengemas seni tradisi. Jika selama ini Jaranan kerap dipandang sebagai kesenian rakyat yang identik dengan keramaian dan stigma negatif, kini kesenian tersebut berhasil diangkat menjadi pertunjukan budaya yang estetis, tertata, dan memukau ribuan pengunjung.

 

Hal itu terlihat dalam gelaran Jaranan Senja di Agro Wisata Tamansuruh (AWT), Selasa (2/6/2026). Berbalut tata cahaya panggung yang artistik, iringan gamelan yang menghentak, serta panorama perbukitan yang mempesona saat matahari mulai tenggelam, Jaranan tampil dengan wajah baru yang lebih elegan tanpa kehilangan ruh tradisinya.

 

Pemilihan AWT sebagai lokasi pertunjukan bukan tanpa alasan. Selain merupakan aset strategis milik Pemkab Banyuwangi, destinasi ini tengah dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu yang menawarkan berbagai pengalaman dalam satu tempat, mulai dari wisata alam, berkuda, ATV, kuliner, hingga sajian seni dan budaya. Perpaduan antara keindahan alam dan pertunjukan budaya menjadikan AWT memiliki daya tarik yang berbeda dibanding destinasi lainnya.

 

Konsep inilah yang menjadi terobosan Disbudpar Banyuwangi. Kesenian yang selama ini lebih sering tampil di ruang terbuka dan lingkungan kampung, kini dikemas secara profesional menjadi atraksi wisata yang nyaman dinikmati oleh seluruh kalangan, termasuk wisatawan dan generasi muda.

 

Riuh tepuk tangan penonton pecah saat grup Jaranan Bhagaskara memasuki arena pertunjukan. Ribuan pengunjung tampak larut menikmati setiap gerakan penari, dentuman gamelan, hingga atraksi khas Jaranan yang berpadu harmonis dengan kemegahan panggung dan suasana senja AWT.

 

Salah seorang penari, Panji, mengaku bangga melihat Jaranan mendapatkan ruang pertunjukan yang begitu terhormat. Menurutnya, apresiasi masyarakat yang tinggi menjadi energi baru bagi para seniman untuk terus melestarikan budaya daerah.

 

"Jaranan yang selama ini sering dipandang sebelah mata ternyata bisa tampil sangat indah dan berkelas. Kami bangga karena budaya yang kami cintai mendapat tempat yang layak dan diapresiasi oleh masyarakat," ujarnya.

 

Kekaguman serupa disampaikan Vidya, wisatawan asal Srono yang hadir bersama keluarganya. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berbeda yang tidak pernah dirasakan sebelumnya saat menyaksikan pertunjukan Jaranan.

 

"Biasanya saya melihat Jaranan di lapangan atau di jalan. Tapi malam ini berbeda sekali. Dengan latar perbukitan, lampu-lampu yang cantik, suasana yang tertata, ditambah bisa berinteraksi langsung dengan para penari, rasanya sangat berkesan. Ini bisa menjadi alasan wisatawan datang ke Banyuwangi, bukan hanya menikmati alamnya tetapi juga budayanya," kata Vidya.

 

Antusiasme pengunjung menjadi bukti bahwa seni tradisi memiliki daya tarik luar biasa ketika dikemas dengan sentuhan kreativitas dan manajemen pertunjukan yang baik. Jaranan tidak lagi sekadar menjadi tontonan rakyat, tetapi telah bertransformasi menjadi atraksi budaya yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung sektor pariwisata.

 

Melihat tingginya animo masyarakat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi berencana menjadikan Jaranan Senja di Agro Wisata Tamansuruh sebagai agenda rutin setiap awal bulan. Program ini diproyeksikan menjadi salah satu atraksi unggulan yang wajib dikunjungi wisatawan saat berada di Banyuwangi.

 

Banyuwangi kembali membuktikan bahwa tradisi tidak harus tertinggal oleh zaman. Dengan sentuhan inovasi, Jaranan yang dahulu kerap dipandang sebelah mata kini menjelma menjadi panggung kebanggaan daerah. Di tangan kreativitas dan keberanian berinovasi, seni tradisi, destinasi wisata, dan ekonomi masyarakat bertemu dalam satu panggung yang sama: Senja di Agro Wisata Tamansuruh.