Jaga Kekhusyukan Bulan Ramadan 2026, Tim Gabungan Menyisir Tempat Hiburan Malam
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bergerak cepat memastikan kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadan 1447 H. Pada Jumat malam (20/2/2026), tim gabungan berskala besar menggelar operasi pengawasan dan penertiban terhadap sejumlah tempat hiburan, restoran, kafe dan tempat karaoke yang tersebar di wilayah perkotaan dan wilayah sekitarnya.
Kegiatan ini melibatkan personel lintas instansi, mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, hingga Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan. Tak hanya unsur dari sipil, pengawasan ini juga dikawal ketat oleh Sie Propam Polresta Banyuwangi dan Sub Komando Garnisun Tetap 0825/Banyuwangi untuk memastikan semua prosedur berjalan sesuai aturan.
Operasi diawali dengan apel kesiapan di Markas Komando Pol PP Banyuwangi yang dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan. Dalam arahannya, Yoppy menekankan bahwa pemantauan ini merupakan implementasi langsung dari Surat Edaran (SE) Nomor: 237 Tahun 2026 mengenai pengaturan kegiatan wisata dan hiburan selama Ramadan 1447 H/2026 M.
Yoppy menegaskan bahwa fokus utama petugas adalah memantau ketaatan para pelaku usaha terhadap waktu operasional dan jenis aktivitas yang diizinkan.
"Dibulan Ramadan ini, khususnya bagi pelaku usaha yang kegiatannya harus dibatasi atau tutup, seperti usaha hiburan, tempat karaoke, dan pedagang minuman alkohol yang disinyalir masih aktif, menjadi sasaran utama kami," tegasnya.
Langkah persuasif namun tegas diambil Pemerintah Daerah guna menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Yoppy menambahkan bahwa operasi malam itu merupakan bentuk atensi khusus bagi mereka yang masih mencoba melanggar ketentuan yang telah disosialisasikan sebelumnya. Sanksi berat pun telah disiapkan bagi pihak yang kedapatan membandel. Yoppy secara lugas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan administratif yang fatal.
"Apabila ada pelaku usaha yang tidak mentaati aturan, akan diberikan tindakan penutupan secara permanen," imbuh Yoppy.
Selain penegakan aturan, misi utama dari operasi ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Pemerintah berharap adanya kesadaran mandiri untuk menciptakan suasana yang harmonis dan toleransi di Banyuwangi.
Penyisiran dimulai tepat pukul 21.00 WIB. Petugas menyisir kawasan Banyuwangi Kota, Kecamatan Glagah, Kecamatan Giri, hingga wilayah utara di Kecamatan Kalipuro. Setiap lokasi diperiksa secara mendetail untuk memastikan tidak ada aktivitas tersembunyi yang melanggar SE Bupati.
Hingga tengah malam pukul 24.00 WIB, tim gabungan terus menyambangi satu per satu titik yang dianggap rawan. Interaksi antara petugas dan pengelola usaha dilakukan secara humanis, sembari mengecek dokumen operasional dan memastikan kegiatan tempat hiburan tersebut tidak ada sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan hasil evaluasi akhir kegiatan, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran signifikan di lapangan. Hal ini menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi dari para pelaku usaha di Bumi Blambangan terhadap aturan yang diterbitkan pemerintah daerah, sehingga suasana malam Ramadan di Banyuwangi terpantau kondusif dan tertib.
Selain itu, Plt. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono juga memberikan himbauan kepada hotel dan pengelola destinasi wisata terkait jam operasional yang sudah diatur pada SE Bupati.
"Kami sampaikan kepada pengelola hotel, restoran, cafe, rumah makan, tempat hiburan & destinasi wisata untuk bisa mengikuti aturan operasional yang telah diatur pada Surat Edaran," ungkap Hartono.
Tak hanya itu, Hartono juga menyampaikan, Banyuwangi pada saat ini mengakselerasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Bapak Presiden Prabowo Subianto.
"Beberapa hari yang lalu, launching Banyuwangi ASRI telah dilaksanakan oleh Ibu Bupati dan jajaran Forkopimda Banyuwangi. Kegiatan ini melibatkan berbagai sektor dan elemen masyarakat. Berbagai program gotong royong telah disiapkan, untuk mengimplementasikan gerakan Banyuwangi ASRI khususnya di sektor pariwisata," pungkas Hartono.
Banyuwangi ASRI kedepan nantinya memiliki indikator kinerja yang berkelanjutan dan terintegrasi pada semua aspek & sektor guna terwujudnya Banyuwangi yang Aman, Sehat, Resik dan Indah.

