HUT KAI ke-81, Tari Gandrung Banyuwangi Manjakan Penumpang KA Sangkuriang
Pengalaman bepergian menuju wilayah Ketapang, Banyuwangi, menyuguhkan nuansa yang sama sekali berbeda bagi para penumpang KA Sangkuriang pada Jumat pagi (25/9/2026). Di tengah melajunya si ular besi, atmosfer gerbong mendadak berubah riuh dan penuh warna tatkala kesenian khas Gandrung hadir langsung menyapa para musafir. Lebih dari sekadar sarana mobilisasi antarkota, momen istimewa ini menjadi bagian integral dari gelaran KAI Mini Fair yang diusung PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember memperingati HUT KAI yang ke-81.
Inisiatif kreatif ini lahir dari kemitraan strategis antara manajemen PT KAI Daop 9 Jember bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kolaborasi ini mempertegas komitmen kedua belah pihak dalam menyatukan keandalan moda transportasi publik dengan pesona warisan budaya lokal, sekaligus mengukir kenangan manis yang berkesan bagi setiap pengguna jasa.
Tampil anggun dalam balutan tata kostum khas Banyuwangi yang sarat makna, atraksi Tari Gandrung di dalam KA Sangkuriang sukses menyita perhatian dan menjadi kejutan menyenangkan bagi segenap penumpang. Terhitung sejak melintasi Stasiun Kalibaru hingga memasuki perhentian akhir di Stasiun Ketapang, warisan kebudayaan yang melambangkan identitas masyarakat Banyuwangi tersebut dihadirkan di ruang publik yang tergolong unik, mengubah perjalanan rutin menjadi atraksi memukau di kereta.
Agenda bertajuk Gandrung On Train ini tak cuma menyajikan tontonan visual semata, melainkan juga membangun ruang komunikasi hangat antara para pelanggan dan tim operasional KAI. Suasana di dalam kereta yang mulanya diwarnai oleh kepasifan aktivitas masing-masing penumpang mendadak menjadi jauh lebih dinamis berkat hadirnya pertunjukan interaktif serta sapaan ramah dari para penari.
Kehebohan acara tersebut tidak langsung berhenti begitu roda kereta tiba di Stasiun Ketapang. Melalui sesi Gandrung On Station, sebanyak tujuh orang penari kembali memperagakan gerak gemulai mereka guna menyambut kedatangan para pengguna KA Pandanwangi. Sambutan hangat berbalut kearifan lokal ini memercikkan impresi yang mendalam bagi masyarakat yang baru saja menjejakkan kaki di peron Ketapang.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menuturkan bahwa agenda KAI Mini Fair dirancang sebagai medium perusahaan untuk mendekatkan sukacita perayaan ulang tahun ke-81 langsung ke hadapan para pengguna setia, selaras dengan semangat mempererat kemitraan bersama instansi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Peringatan hari ulang tahun KAI pada tahun ini disajikan bukan sekadar serangkaian upacara formal, melainkan lewat pengalaman autentik yang bisa dirasakan secara nyata oleh para pelanggan. Agenda ini dapat terlaksana berkat sinergi erat bersama Pemkab Banyuwangi melalui Disbudpar serta mitra kerja pendukung. Harapan kami, perjalanan menggunakan moda kereta api terasa kian berkesan, salah satunya lewat suguhan Tari Gandrung yang merupakan salah satu kebanggaan budaya Banyuwangi,” terang Cahyo.
Ia menambahkan, memboyong pertunjukan Gandrung ke dalam moda transportasi darat ini juga merupakan manifestasi rasa terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada publik yang terus memercayakan mobilitas mereka pada kereta api. Keterikatan emosional yang terjalin selama prosesi acara diharapkan mampu menghadirkan suasana perjalanan yang jauh lebih humanis dan menyenangkan.
“Saat pertunjukan Gandrung dipertontonkan di dalam gerbong, para penumpang tak hanya berposisi sebagai penonton pasif, melainkan lebur menjadi bagian dari kemeriahan pesta ini. Setibanya di Ketapang, impresi positif tersebut kami sambung lewat program Gandrung On Station beserta aneka hiburan menarik. Kolaborasi erat dengan pemerintah daerah serta para mitra menjadi pilar penting demi menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat sekaligus pengalaman positif bagi publik,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi, Ainur Rofik, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas agenda tersebut. Ia menilai, pihak KAI telah mengambil langkah cerdas dalam mempromosikan seni Tari Gandrung kepada para pengguna jasa dari luar daerah di momentum perayaan HUT KAI.
"Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-81 untuk KAI. Apresiasi dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan karena KAI telah mengusung gagasan Gandrung On Train, sehingga tarian khas Banyuwangi ini makin dikenal luas oleh penumpang dari berbagai daerah. Lebih dari itu, ajang ini sekaligus menjadi media publikasi yang efektif untuk menggemakan gelaran kolosal Gandrung Sewu yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 mendatang," jelas Rofik.
(yap)

