Harmoni Alam & Budaya: Rahasia 8 Tahun Wisata Jopuro Tetap Eksis HUT Wisata Jopuro
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Harmoni Alam & Budaya: Rahasia 8 Tahun Wisata Jopuro Tetap Eksis

403x Dilihat

Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti kawasan Wisata Pemandian Alam Jopuro pada Selasa siang (27/01/2026). Merayakan hari jadinya yang ke-8, destinasi yang terletak di Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah Banyuwangi ini mengusung semangat "Rejopuro Bersatu". Perayaan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah manifestasi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk tetap teguh menjaga kelestarian sumber air yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan dan ekonomi warga desa. 

 

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan beragam kesenian khas Banyuwangi yang memukau pengunjung. Mulai dari liukan anggun tari Jejer Gandrung Dawuk, serunya Kesenian Jaranan Buto, hingga tari Kuntulan dengan nuansa religius, semuanya menyatu di panggung budaya. Kehadiran seni tradisional ini mempertegas identitas Jopuro yang tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga kekayaan kearifan lokal.

 

Suwandi, Kepala Desa Kampunganyar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan wisata ini. Beliau menekankan bahwa kekompakan adalah kunci keberhasilan Jopuro bertahan hingga sewindu. Dukungan penuh dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga sekitar terbukti mampu mengubah mata air desa menjadi destinasi wisata yang diperhitungkan. 

 

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras Pokdarwis dan seluruh masyarakat yang selalu kompak menjalankan Wisata Jopuro. Namun ingat, tugas kita bukan hanya mengelola, tapi menjaga. Selalu jaga mata air ini dengan sebaik-baiknya supaya keasriannya tetap dapat kita wariskan dengan bangga kepada anak cucu kelak," tegasnya.

 

Hingga saat ini, Wisata Jopuro tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang mendambakan ketenangan. Kolam-kolam alami yang jernih dengan balutan suasana asri dan pepohonan rindang menjadikannya tempat pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota. Sejak di pintu masuk, pengunjung sudah disambut dengan dentuman ritmis musik gedogan yang autentik, menciptakan atmosfer pedesaan yang kental dan hangat.

 

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Jopuro tanpa mencicipi sajian kuliner tradisional dari para pelaku UMKM setempat. Berbagai kudapan legendaris seperti kue kucur yang manis, gurihnya wader goreng, hingga segarnya semanggi, tersaji untuk memanjakan lidah para pelancong. Perpaduan antara konservasi alam, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi inilah yang membuat Wisata Pemandian Alam Jopuro tetap terjaga hingga hari ini.