Gema Nostalgia Maestro Sumiati Memukau Pengunjung Senja di Agrowisata Tamansuruh Sang maestro Sumiati perform Senja di SWT
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Gema Nostalgia Maestro Sumiati Memukau Pengunjung Senja di Agrowisata Tamansuruh

128x Dilihat

Agrowisata Tamansuruh (AWT) kembali memikat perhatian publik melalui Senja di AWT. Agenda pelesiran ini mengawinkan pesona bentang alam pegunungan yang asri dengan khazanah tradisi setempat, menjadikannya daya tarik baru yang sangat diminati oleh para pelancong.

 

Pada pergelaran hari ke-3, Minggu (5/7/2026) petang, sosok penyanyi legendaris kebanggaan masyarakat Banyuwangi, Sumiati, tampil memukau dan berhasil memikat ribuan pasang mata yang memadati lokasi rekreasi tersebut.

 

Diusia yang tak muda lagi, sang maestro dengan penuh energi mengalirkan aura syahdu yang membuat segenap pemirsa terbuai dalam ruang kenangan silam, hingga serempak melantunkan syair lagu bersama di bawah siraman cahaya malam hari.

 

Berlokasi di kawasan Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, destinasi yang bertengger pada ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menyuguhkan pengalaman berwisata yang menyegarkan.

 

Berada tepat di area kaki Gunung Ijen, para pelancong disapa oleh embusan udara sejuk yang menyegarkan raga. Tidak hanya itu, mereka juga disuguhi panorama eksotis berupa kemegahan puncak Ijen di satu sisi, serta hamparan Selat Bali yang membiru di sisi seberangnya.

 

 

"Semoga ke-depan Agrowisata Taman Suruh bisa menjadi panggung untuk seniman lokal Banyuwangi untuk bisa berkembang," tutur Ramadani, salah seorang pengunjung yang berasal dari Giri, Banyuwangi.

 

Destinasi Senja di AWT sejatinya bukan sekadar wadah untuk bercengkerama santai tanpa arah. Proyek berkala ini merupakan representasi dari taktik strategis Pemerintah Kabupaten Banyuwangi guna memicu perputaran roda ekonomi berbasis masyarakat, dengan melibatkan setidaknya lebih dari 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor domestik.

 

Para pelancong pun dimanjakan oleh petualangan gastronomi yang sangat variatif. Pilihan hidangan terbentang luas dari panganan otentik warisan peradaban suku Osing seperti rujak soto dan kesrut hingga camilan lawas semacam kue cucur berbahan gula aren. Selain itu, tersedia pula aneka ragam kuliner modern yang sangat pas dan bersahabat bagi isi dompet para generasi muda saat ini.

 

Bukan hanya memuaskan selera lidah, atmosfer kesenian juga terasa mengakar kuat di tempat ini. Pihak pengelola sukses menyulap area AWT menjadi panggung terbuka yang inklusif bagi para pegiat seni lokal untuk mengekspresikan karya terbaik mereka.

 

Semenjak resmi digulirkan pada tanggal 1 Mei 2026 yang lalu, ketertarikan masyarakat luas terhadap agenda Senja di AWT ini terus menunjukkan tren positif yang signifikan. Kehadiran tokoh legendaris lain seperti Catur Arum seolah mempertegas sinergi yang harmonis antara keelokan alam, seni suara, serta kebudayaan asli Banyuwangi dalam memajukan industri pariwisata daerah.