Gelombang Wisatawan Banjiri Banyuwangi di Libur Lebaran  Suasana lobby hotel di Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Gelombang Wisatawan Banjiri Banyuwangi di Libur Lebaran 

273x Dilihat

Banyuwangi selalu menjadi jujugan favorit wisatawan tak terkecuali di momen libur lebaran. Data dari penjualan tiket tercatat bahwa terjadi sebanyak 126.414 selama sepuluh hari libur.Gelombang wisatawan paling tinggi terjadi pada tanggal 13 April 2024, yaitu sebanyak 2.025 orang. 

 

Wisata pantai masih menjadi primadona bagi para wisatawan. Pantai Boom Marina mendapat sebanyak 37.878 kunjungan, kemudian Pantai Pulau Merah sebanyak 15.491 kunjungan, Grand Watudodol sebanyak 8.771 kunjungan dan disusul oleh Pantai Cacalan dengan 5.735 kunjungan. Destinasi lain yang juga kebanjiran wisatawan antara lain Djawatan dengan 10.223 kunjungan, wisata air Jopuro 8.031 kunjungan, pemandian Taman Suruh 5.673 kunjungan serta Sendang Seruni 3.726 kunjungan. 

 

Lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan berdampak cukup besar pada hampir semua layanan jasa pariwisata di Banyuwangi. Laporan dari beberapa hotel menunjukkan tren di banyak hotel di banyuwangi mengalami okupansi hampir seratus persen. Tren serupa terjadi pada sektor toko oleh-oleh khas Banyuwangi. 

 

Tercatat, Hotel Ketapang Indah mengalami okupansi 92 persen dan Hotel Aston 91 persen. Sementara okupansi hotel-hotel lain seperti Kokon, El Royal dan Santika rata-rata di angka 74 persen. Persentase tersebut merupakan angin segar bagi layanann jasa perhotelan karena hingga beberapa hari setelah lebaran, tingkat hunian hotel masih di angka 70 persen. 

 

Asst. Marcomm Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Evelyn Mey Fanny mengungkapkan antusiasme wisatawan ke Banyuwangi ini tentunya memberikan efek positif, terutama bagi Kokoon Hotel Banyuwangi baik dari sisi okupansi maupun food and beverage.

 

"Hotel di Banyuwangi sepertinya hampir semuanya full di musim libur lebaran. Banyuwangi memang sudah menjadi jujukan wisatawan luar daerah." ungkap Evelyn.

 

Sementara itu, Public Relation toko oleh-oleh Pakdhe Osing, Ahmad Jasari, menyampaikan bahwa tingkat belanja konsumen naik hinga 90% dibanding hari-hari biasa. Produk oleh-oleh yang paling banyak laku terjual adalah Kue Bagiak, kaos Banyuwangi, serta sale pisang, diikuti oleh produk lainnya seperti kopi dan batik. Oleh-oleh dan souvenir merupakan faktor penting dalam pariwisata karena dapat menjadi media promosi yang ampuh.

 

"Ini semua berkah bagi pelaku wisata yg memang secara konsisten terus melakukan layanan terbaik bagi wisatawan, trend libur lebaran idul fitri dimanfaatkan untuk belanja oleh-oleh." ungkap Jasari.

 

Beberapa wisatawan yang berhasil ditemui mengaku bahwa Banyuwangi memberikan kesan positif. Terlebih, di momen lebaran seperti ini terdapat banyak tradisi yang dapat disaksikan bahkan diikuti oleh wisatawan. Jadi, tak hanya wisata alam dan kuliner saja, wisatawan yang berkunjung di momen lebaran mendapat pengalaman wisata budaya yang berkesan.