Gelak Tawa Penonton Hiasi Lomba Teater Celathu di Banyuwangi Kolo Semono Kompetisi celathu di Banyuwangi Kolo Semono
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Gelak Tawa Penonton Hiasi Lomba Teater Celathu di Banyuwangi Kolo Semono

321x Dilihat

Hari ke dua gelaran Banyuwangi Kolo Semono dimeriahkan oleh lomba teater celathu pada Selasa siang (04/06). Lomba ini diikuti sanggar dan komunitas seni yang ada di Banyuwangi. Pemeran masing-masing kelompok terdiri dari berbagai usia mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. 

 

Lomba teater celathu ini merupakan bagian dari pameran Banyuwangi Kolosemono yang mengusung tema “Menjaga Warisan Budaya serta Melestarikan Nilai Tradisi untuk Pmebelajaran Generasi Milenial”. Dalam lomba tersebut, peserta menggunakan Bahasa Osing untuk berdialog. Sontak, suasana pun menjadi sangat seru dan mengundang gelak tawa pengunjung. 

 

“Saya sangat senang melihat lomba hari ini. Rasanya memang seperti berada di pedesaan yang kental dengan suasana Osing. Dialognya juga lucu-lucu sekali,” ungkap seorang penonton. 

 

Celathu sendiri secara harfiah berarti omelan atau ocehan. Celathu sering digunakan untuk memarahi orang, mengungkapkan kekesalan, atau apapun yang sejenis. Bagi masyarakat Suku Osing, celathu merupakan bagian dari tradisi lisan yang perlu dilestarikan. 

 

“Setiap tahunnya, kami selalu mengadakan lomba tetarer celathu karena budaya celathu ini merupakan salah satu “gambaran” Suku Osing. Melalui lomba ini, kami mengajak semua orang untuk melestarikannya,” jelas Eko Bawanto, perwakilan Bidang Kebudayaan Disbudpar Banyuwangi.

 

Pemkab Banyuwangi terus mendorong kelestarian budaya celathu ini melalui agenda Banyuwangi Festival. Selain tujuan konservasi, hal itu dilakukan untuk mendorong sanggar dan komunitas seni agar dapat mengembangkan seni tradisi lisan dengan pendekatan yang segar inovatif.