Gandrung Sewu: Ketika Ribuan Penari Membawa Musim Panen bagi Pelaku Pariwisata Banyuwangi Gandrung Sewu
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Gandrung Sewu: Ketika Ribuan Penari Membawa Musim Panen bagi Pelaku Pariwisata Banyuwangi

273x Dilihat

Event kolosal yang paling dinantikan, Festival Gandrung Sewu, kembali akan digelar di Pantai Boom Marina Banyuwangi pada 25 Oktober 2025 mendatang. Tahun ini, Gandrung Sewu hadir dengan mengusung tema Selendang Sang Gandrung. Tema tersebut akan menyuguhkan interpretasi artistik dan mendalam mengenai peran sentral selendang dalam Tari Gandrung. 

 

Rangkaian acara akan dibuka pada tanggal 23 Oktober dengan sajian musik etnik yang menghadirkan harmoni tradisi dan modernitas. Keesokan harinya, 24 Oktober, fokus beralih ke ritual sakral dengan digelarnya Meras Gandrung di sore hari dan dilanjutkan dengan penampilan musik perkusi di malam hari. Puncak kemegahan Festival Gandrung Sewu akan berlangsung pada 25 Oktober, di mana ribuan penari akan menyajikan kolaborasi tarian yang spektakuler. 

 

Pergelaran tarian ini tidak hanya menawarkan atraksi budaya yang megah, tetapi juga menjadi penanda dimulainya "musim panen" bagi pelaku usaha lokal. Pada tahun 2024 lalu, event ini berhasil menarik lebih dari 50 ribu pengunjung dan mampu menghasilkan total perputaran ekonomi yang fantastis, mencapai Rp 7,9 miliar. Angka ini mencakup keseluruhan transaksi dari berbagai sektor, mulai dari produksi acara, belanja pengunjung, UMKM, hingga akomodasi, menegaskan peran Gandrung Sewu sebagai lokomotif ekonomi pariwisata daerah.

 

Dampak yang paling terasa dari perhelatan akbar ini adalah lonjakan pesat pada sektor penginapan. Data di tahun 2024 menunjukkan bahwa selama tiga hari event berlangsung, tingkat hunian (okupansi) hotel dan homestay di Banyuwangi melambung tinggi, mencapai 70 hingga 95 persen. Tercatat, estimasi transaksi dari hotel dan homestay diperkirakan menembus angka Rp 2,1 Miliar. 

 

Dengan kembali digelarnya Gandrung Sewu, para pelaku bisnis penginapan optimistis dampak positif ini dapat ditingkatkan. "Okupansi kami pasti hampir penuh, bahkan mencapai 95 persen pada tanggal penyelenggaraan. Konsep acara yang menarik menjadi daya jual tersendiri untuk tamu hotel," terang Hilman Tantowi, Asisten Marcom Manager AstonHotel (10/10/2025). 

 

Senada, Achmad Junaidi, Sales Manager Hotel Kokoon mengungkapkan bahwa tingkat okupansi hotel selalu di atas 80 persen selama pelaksanaan Gandrung Sewu. "Dengan adanya undangan khusus yang kami berikan kepada tamu, Gandrung Sewu menjadi penawaran yang sangat menarik bagi tamu kami," ujarnya. 

 

Sementara itu, Gandrung Sewu juga membawa angin segar bagi industri homestay sebagaimana dirasakan oleh Aina, pemilik Ijen Backpacker Homestay. “Setiap tahun, tamu-tamu saya selalu excited dengan event ini karena memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka.”

 

Keberhasilan Gandrung Sewu 2025 bukan hanya dilihat dari kemeriahan budayanya, tetapi juga dari efek berantai yang diciptakannya. Dari data ini, terlihat jelas bahwa event tersebut menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan, memastikan bahwa kemegahan tarian kolosal ini turut menyumbang peningkatan ekonomi daerah