Gandrung Sewu Banyuwangi: Magnet Seni yang Menarik Peserta dari Seluruh Nusantara
Pesona Gandrung Sewu kian mendunia, Tak hanya diminati warga Banyuwangi, festival tari kolosal ini juga menarik minat peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Terbukti, pada latihan gabungan Gandrung Sewu 2024, terdapat peserta dari Probolinggo, Bondowoso, Jember, Pasuruan, Sidoarjo, Kediri, bahkan Bali. Mereka berhasil lolos seleksi yang dilakukan secara daring.
Dinda Safira Permana, salah satu peserta asal Bondowoso, mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam Gandrung Sewu 2024.
"Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari Gandrung Sewu. Rasanya haru karena harus melewati banyak tahapan," ungkapnya.
Gandrung Sewu merupakan festival akbar tahunan yang diselenggarakan oleh Kabupaten Banyuwangi. Ribuan penari dari berbagai jenjang pendidikan menampilkan tari Gandrung dengan balutan aksi teatrikal di Pantai Boom Marina Banyuwangi.
Ketua Pelatih dan Seniman Tari Banyuwangi (Patih Senawangi) Suko Prayitno mengungkapkan bahwa pagelaran pertama Gandrung Sewu pada tahun 2012 dilaksanakan secara swadaya dengan tema "Jejer Gandrung".
"Saat itu, tantangan terbesar adalah anggaran. Kami harus gotong royong dan iuran untuk menyewa kostum dan kebutuhan lainnya," kenangnya.
Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, Gandrung Sewu kemudian masuk dalam kalender Banyuwangi Festival pada tahun 2014. Pemkab Banyuwangi mulai memberikan dukungan anggaran dan fasilitas bagi para peserta.
Kini, Gandrung Sewu telah bertransformasi menjadi event nasional dengan daya pikat luar biasa. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat telah mengantarkan Gandrung Sewu masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Gandrung Sewu bukan sekadar festival tari, melainkan simbol kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai daerah.

