Galang Gerak Budaya Tapal Kuda Sajikan Kesenian Janger di Banyuwangi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Galang Gerak Budaya Tapal Kuda (GGBTK) di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan secara luas dan mengembangkan ragam seni, ritual, pengetahuan dan teknologi tradisional serta ekspresi kultural di wilayah Tapal Kuda yang terdiri dari Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Di Banyuwangi, GGBTK menampilkan seni pertunjukan Janger dari grup Mayang Kencono. Janger adalah kesenian sendratari tradisional yang berasal dari Banyuwangi. Kesenian ini menggabungkan unsur-unsur tari, musik, dan drama.
Kesenian Janger Banyuwangi telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penetapan itu dikeluarkan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud pada tanggal 3 Agustus 2018.
Berbeda dengan Janger Bali, meski menggunakan pakaian dan musik Bali, Janger Banyuwangi menggunakan bahasa daerah setempat, yaitu bahasa Osing dan Jawa. Selain bahasa, cerita yang diusung pun juga berbeda. Janger Banyuwangi mengusung cerita Majapahit dan Blambangan.
Penampilan grup Mayang Kencono mendapat sambutan yang hangat dari penonton. Mereka terlihat antusias saat menyaksikan atraksi Janger tersebut.
Kegiatan GGBTK ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya di wilayah Tapal Kuda. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata di berbagai wilayah tersebut.

