Festival Gandrung Sewu, Panggung Seni Megah Swadaya Masyarakat suasana latihan gandrung sewu 2024
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Festival Gandrung Sewu, Panggung Seni Megah Swadaya Masyarakat

323x Dilihat

Gandrung Sewu merupakan festival akbar tahunan yang diselenggarakan oleh Kabupaten Banyuwangi. Dalam festival tersebut, ribuan penari menyajikan tari Gandrung berbalut aksi teatrikal di atas lembutnya pasir Pantai Boom Marina. Para penari merupakan pelajar yang terseleksi dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA atau sederajat. 


Tahun ini merupakan tahun ke–12 penyelenggaraan festival yang menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi itu. Perjalanan panjang Gandrung Sewu tentu tidak luput dari peran para seniman dan masyarakat. Gandrung Sewu lahir dari kolaborasi tangan-tangan kreatif Pelatih dan Seniman Tari Banyuwangi (Patih Senawangi) yang diketuai oleh Suko Prayitno yang kemudian direspon secara positif oleh masyarakat.


Pagelaran pertama Gandrung Sewu sukses dilaksanakan pada 17 November 2012 dengan tema Jejer Gandrung yang mengisahkan tentang sejarah kelahiran tari Gandrung. Pagelaran perdana ini murni hasil swadaya antara Patih Senawangi dan masyarakat dalam hal ini wali murid.


“Tantangan yang muncul pada saat itu adalah soal anggaran, akhirnya kami secara gotong-royong, iuran begitu ya, untuk menyewa kostum dan lain sebagainya,” beber Suko Prayitno.


Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, Gandrung Sewu akhirnya masuk ke dalam kalender Banyuwangi Festival pada tahun 2014. Pemkab kemudian memberikan bantuan  anggaran untuk sewa kostum dan properti. Urusan akomodasi pun ikut mengalami peningkatan kualitas di mana sebelumnya para peserta menginap di sekolah dan kantor, kini mereka terakomodir secara lebih layak dengan ditempatkan di penginapan yang lebih kayak.


“Itu juga inisiatif wali murid, mereka komunikasi dengan pihak kecamatan yang kemudian mengakomodir tempat menginap, transportasi, dan sebagainya,” imbuh Suko.


Perjalanan panjang partisipasi masyarakat telah mengantar Gandrung Sewu menjadi event nasional dengan daya pikat luar biasa. Gandrung Sewu yang sedari awal merupakan seni hasil swadaya masyarakat telah bertransformasi menjadi panggung megah, bahkan masuk ke dalam 
kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Kesuksesan tersebut tentu dibarengi oleh dukungan Pemerintah Kabupaten utamanya dalam bentuk promosi dan pelaksanaan agar event berjalan sesuai dengan standar nasional.