Diaspora Banyuwangi 2025, Pererat Ikatan Warga Perantauan Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar acara tahunan Diaspora Banyuwangi pada Kamis siang (03/04/2025) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan warga perantauan Banyuwangi di berbagai daerah.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh berbagai tokoh termasuk Bupati Banyuwangi dan wakil, serta perwakilan dari Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) dari berbagai daerah, seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Sorong.
Acara Diaspora Banyuwangi 2025 ini menjadi wadah bagi warga Banyuwangi yang merantau untuk kembali menjalin silaturahmi dengan kampung halaman. Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan untuk bertukar informasi dan pengalaman, serta memperkuat jaringan antar warga Banyuwangi di berbagai daerah.
Dalam acara tersebut, perwakilan dari Ikawangi Jerman asal Kecamatan Tegaldlimo menyapa melalui virtual yang penuh inspirasi. Mereka menekankan bahwa Banyuwangi telah berhasil menciptakan generasi yang kuat dan berdaya saing.
"Kunci kesuksesan adalah dengan membuka hati dan mata di manapun kita berada, serta selalu menghormati nilai-nilai yang ada," ujar Dami Sundari Frese perwakilan Ikawangi Jerman. Mereka juga menambahkan bahwa di Jerman, para perantau Banyuwangi dipandang positif karena ide-ide kreatif yang dibawa.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Ikawangi USA asal Kecamatan Tegaldlimo, Dian Novita juga menyampaikan komitmen mereka untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya Banyuwangi, di Amerika Serikat. Mereka aktif mengadakan kegiatan pengajaran tari dan musik Banyuwangi.
"Mari kita bersama-sama melestarikan budaya Banyuwangi di manapun kita berada," ajak Dian perwakilan Ikawangi USA.
Sementara itu, Ikawangi Sorong Raya yang memiliki anggota sekitar 25.000 orang, turut menyampaikan komitmen mereka untuk terus mengembangkan tradisi dan budaya Banyuwangi di tanah rantau. Mereka memastikan bahwa generasi muda Banyuwangi di Sorong tetap mengenal dan melestarikan budaya Banyuwangi, seperti tari Gandrung, Kuntulan, dan bahasa Osing.
Bupati Banyuwangi menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para diaspora Banyuwangi.
"Diaspora adalah bagian penting bagi pemerintah Banyuwangi. Mari kita jadikan kegiatan hari ini sebagai wahana untuk memperkokoh ikatan kekeluargaan dan membangun sinergi demi kemajuan Banyuwangi di masa mendatang," ujar Bupati.
Acara Diaspora Banyuwangi 2025 ini juga dimeriahkan dengan penampilan istimewa dari penyanyi lokal, Mbok Sumiyati, yang menghibur para tamu dengan lagu-lagu khas Banyuwangi. Suasana keakraban dan kekeluargaan pun semakin terasa saat para diaspora saling bertukar cerita dan pengalaman.
Acara Diaspora Banyuwangi 2025 ini diharapkan dapat terus mempererat ikatan antar warga Banyuwangi di perantauan, serta menjadi wadah untuk berkontribusi dalam pembangunan Banyuwangi yang lebih baik.

