Dari Penyanyi Cilik Kini Jadi Vokalis Banyuwangi Ethno Carnival, Inilah Sosok Neno! Neno di Awarding BEC 2026
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Dari Penyanyi Cilik Kini Jadi Vokalis Banyuwangi Ethno Carnival, Inilah Sosok Neno!

135x Dilihat

Kemegahan alunan musik dalam gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tak hanya lahir dari aransemen megah, tetapi juga dari vokal penyanyi wanita yang melengkapi keindahan harmonisasi panggung. Dialah Fenty Corry Aquino, atau yang lebih akrab disapa Neno. Lahir di Banyuwangi pada 26 Agustus 1986, Neno menjadi sosok penting di balik jajaran vokal BEC Band yang konsisten menghidupkan suasana karnaval sejak tahun 2016.

Bakat menyanyi Neno telah terasah sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Berbagai ajang kompetisi dari tingkat lokal hingga nasional telah dijajalnya, mulai dari lomba lagu daerah Gending Osing hingga Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Salah satu kenangan paling berkesan dalam perjalanan karirnya terjadi pada tahun 1997, saat ia mewakili Jawa Timur dalam kompetisi pertunjukan Panembromo, yaitu seni paduan suara tradisional dan berhasil menyabet Juara 1 Nasional. Kualitas vokalnya yang gemilang sejak belia bahkan membawa Neno merilis album lagu daerah anak-anak pada tahun 1998.

Menariknya, perjalanan Neno di dunia tarik suara sempat memunculkan cerita unik saat ia menginjak jenjang SMA. Kala itu, ia sampai tidak diperbolehkan mengikuti  kompetisi menyanyi tingkat daerah karena terlalu sering memborong gelar juara. Sambil tertawa mengenang momen tersebut, Neno menganggap kejadian itu sebagai bentuk apresiasi tak langsung atas kemampuannya, meski ia tetap beranggapan bahwa setiap kompetisi dengan pesaing baru selalu memberi tantangan yang berbeda.

Demi mematangkan kemampuan vokalnya, Neno terus mengasah diri dengan berguru langsung kepada penyanyi legendaris nasional, Ine Suherman. Ia juga menimba ilmu di Stakatu, salah satu sekolah musik legendaris di Banyuwangi. Gemblengan teknik dan pengalaman panggung yang panjang inilah yang akhirnya membuka jalan bagi Neno untuk dipercaya mengisi panggung kebudayaan berskala internasional seperti BEC.

Dipercaya menjadi bagian dari penyanyi utama BEC selama bertahun-tahun menjadi kebanggaan mendalam bagi Neno. Untuk menjaga kualitas penampilannya, ia rutin menjalani latihan vokal yang intensif, menjaga pola makan ketat, serta menyiapkan mental prima guna menghadapi dinamika pertunjukan live yang menuntut ketanggapan tinggi di panggung.

"Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang terus diberikan untuk mengiringi perhelatan sebesar Banyuwangi Ethno Carnival selama ini. Ini bukan sekadar tampil, tapi sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari kebanggaan daerah," tutur Neno (28/07/2026).

Melihat pagelaran BEC yang terus berkembang, Neno menaruh harapan besar agar api kebudayaan ini terus menyala. Ia berharap dapat terus berpartisipasi dalam perhelatan tahunan ini dan diberikan kesempatan untuk terus mempopulerkan serta membawakan lagu-lagu legendaris Banyuwangi ke hadapan publik yang lebih luas. Dedikasi Neno adalah bukti nyata bahwa kemegahan BEC selalu dirawat oleh tangan dan suara para seniman lokal yang mencintai tanah kelahirannya.