Dari Istana Thailand ke Puncak Ijen, Kisah Sirikitiya Jensen Jatuh Cinta pada Keindahan Alam Banyuwangi Sirikitiya Jensen di Kawah Ijen Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Dari Istana Thailand ke Puncak Ijen, Kisah Sirikitiya Jensen Jatuh Cinta pada Keindahan Alam Banyuwangi

221x Dilihat

Keindahan alam Banyuwangi kembali memukau pesohor dunia. Kali ini, Sirikitiya Jensen, keponakan Raja Thailand, Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun, terkesima oleh pesona Gunung Ijen. Jensen diketahui mendaki gunung yang terkenal dengan fenomena "api biru" tersebut pada Minggu, 22 Juni 2025.

 

Usai pendakian yang penuh petualangan, Jensen membagikan kesan mendalamnya. "Pengalaman saya pergi ke Danau Ijen, atau lebih tepatnya kawahnya, adalah pengalaman yang luar biasa dan sangat penuh petualangan," ujarnya antusias.

 

Ia tak hanya terpukau oleh lanskap alamnya, tetapi juga interaksi dengan masyarakat setempat. "Saya belajar banyak dari orang-orang yang saya jumpai di sini. Saya tidak hanya belajar tentang alam tetapi juga budaya dan agama, tentang apa yang membentuk karakter orang-orangnya.".

 

Kunjungan ini meninggalkan kesan yang kuat bagi Jensen. "Saya kira saya akan meninggalkan Banyuwangi dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginan yang besar untuk kembali," tambahnya. 

 

Tak hanya alam dan budayanya, kuliner lokal Banyuwangi juga berhasil mencuri perhatian Jensen. Soto ayam menjadi hidangan favoritnya. "Setiap hari saya makan soto ayam. Saya sangat suka soto ayam, saya memakannya tiga hari berturut-turut karena soto ayam itu terasa menenangkan, seperti masakan yang dibuatkan keluarga di rumah," terangnya. 

 

Kunjungan Sirikitiya Jensen ini semakin menegaskan posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata internasional yang kian bersinar. Beberapa faktor kunci yang menjadikan Banyuwangi semakin dilirik wisatawan mancanegara antara lain keunikan destinasi alam, kekayaan budaya dan kuliner, aksesibilitas yang semakin terjangkau, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. 

 

Kisah seperti Sirikitiya Jensen ini menjadi bukti nyata bahwa Banyuwangi bukan lagi sekadar gerbang menuju Bali, tetapi telah menjelma menjadi destinasi mandiri yang mampu menyuguhkan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjungnya.