Catat Tanggalnya! Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari, Ribuan Penari di Banyuwangi Tampil Glow in The Dark
Pagelaran kolosal Gandrung Sewu kembali dihelat dengan mengusung format spektakuler yang siap memukau wisatawan pada 24 Oktober 2026. Untuk perdana kalinya dalam rentang waktu 14 tahun sejarah perhelatannya, pertunjukan yang telah menjadi salah satu identitas budaya utama Kabupaten Banyuwangi tersebut akan digelar pada malam hari. Transformasi jadwal ini memadukan keanggunan seni tradisi setempat dengan pencahayaan kontemporer serta teknologi panggung yang megah.
Pelaksanaan Gandrung Sewu 2026 ini didukung dari InJourney, selaku holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membidangi sektor aviasi dan pariwisata. Kemitraan strategis tersebut menghadirkan pembaruan konsep berupa pementasan tari Gandrung berlatar malam hari, namun tetap menjaga serta melestarikan esensi beserta nilai kultural yang menjadi jiwa utama pementasan sejak awal berdirinya.
Agenda panjang Gandrung Sewu 2026 sendiri bakal dimulai sejak tanggal 22 Oktober melalui penampilan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Caruk, diteruskan pada 23 Oktober dengan sajian Musik Jalanan serta Gandrung Terob, hingga puncaknya pada 24 Oktober yang dimeriahkan oleh Jaranan Show, Meras Gandrung, Atraksi Drone, Pesta Kembang Api, pementasan inti Gandrung Sewu, dan ditutup lewat Konser Musik yang semarak.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menerangkan bahwa keputusan untuk mementaskan Gandrung Sewu saat malam hari dimaksudkan agar agenda rutin ini terus mengalami evolusi secara kreatif. Langkah tersebut juga diantisipasi mampu memberikan kesan yang jauh lebih segar, mendalam, dan berlainan bagi para penonton maupun turis yang datang langsung ke arena acara.
“Setiap tahun kami senantiasa berupaya menyajikan hal baru dalam Gandrung Sewu. Tahun ini untuk pertama kalinya kita tampilkan pada malam hari. Ini bukan sekadar pergeseran waktu pelaksanaan, melainkan kami ingin menyuguhkan pengalaman yang berbeda kepada penonton dan wisatawan,” tutur Ipuk saat konferensi pers Gandrung Sewu 2026, Rabu (30/9/2026).
Kemewahan pergelaran ini kelak melibatkan lebih dari 1.000 penari pilihan dari berbagai penjuru wilayah. Demi mengoptimalkan nuansa malam, para penari akan mengenakan atribut berbahan elemen fosfor yang dikombinasikan secara apik bersama tata lampu panggung, sehingga memunculkan efek visual magis yang belum pernah ada pada edisi-edisi sebelumnya.
Bupati Ipuk menegaskan bahwa pembaruan ini membuktikan tradisi lokal tidak mesti stagnan tanpa adanya perubahan. Warisan leluhur dapat terus bergerak, menyesuaikan diri, serta bertumbuh seiring dinamika zaman tanpa harus kehilangan kepribadian serta akar kebudayaannya yang asli.
“Tradisi tidak harus diam di tempat. Tradisi bisa terus bergerak, beradaptasi, and berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan jati dirinya. Esensi utama Gandrung Sewu tetaplah seni tari Gandrung itu sendiri, dengan gerakan, ritme, ekspresi, serta nilai budaya yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” tegas Ipuk.
Lebih lanjut, Ipuk mengutarakan bahwa sinergi dan kolaborasi bersama InJourney menjelma menjadi energi baru yang amat berharga dalam memperkuat ekosistem seni budaya serta sektor pariwisata di Banyuwangi secara berkesinambungan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada InJourney yang turut bersinergi dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu. Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, para seniman, komunitas, serta masyarakat menjadi motor penggerak penting guna memperkuat ekosistem seni budaya sekaligus pariwisata,” ungkapnya.
Di sisi lain, SVP Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, menilai bahwa Banyuwangi mempunyai potensi kepariwisataan yang sangat komprehensif dan matang. Potensi tersebut terbentang luas mulai dari keindahan alam yang menakjubkan hingga kekayaan tradisi serta daya tarik wisata yang telah mendapat pengakuan luas.
Menurut pandangan Yudhistira, Gandrung Sewu menyimpan daya tarik dan potensi raksasa untuk dikembangkan lebih jauh agar mampu naik tingkat menjadi salah satu signature cultural event bertaraf internasional di Indonesia.
“Banyuwangi memiliki banyak unsur potensi wisata yang sudah mapan dan lengkap, mencakup destinasi maupun atraksi. Banyuwangi memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat kuat. Dari sisi atraksi, ada Gandrung Sewu yang sudah amat dikenal pelancong,” ucap Yudhistira.
Berlandaskan potensi besar tersebut, pihak InJourney bersama Pemkab Banyuwangi merumuskan konsep pertunjukan malam hari. Inovasi ini diyakini sanggup mendongkrak daya tarik wisata Gandrung Sewu di mata pelancong nusantara maupun mancanegara.

