Cara Unik Banyuwangi Sambut Wisatawan di Long Weekend, Sukses Bikin Turis Domestik dan Asing Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi melakukan langkah strategis yang mencuri perhatian demi memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan. Menyambut momen libur panjang (long weekend) Iduladha, Disbudpar Banyuwangi menggelar aksi penyambutan spesial bagi para pelancong yang baru saja menginjakkan kaki di Bumi Blambangan pada Kamis (28/05/2026). Upaya ini sengaja dilakukan di dua gerbang pintu masuk utama, yakni Stasiun Banyuwangi Kota dan Bandara Banyuwangi. Penyambutan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen daerah dalam meningkatkan standar hospitality dan memberikan kesan pertama yang tak terlupakan.
Aksi penyambutan di Stasiun Banyuwangi Kota dimulai sejak pagi hari, bertepatan dengan jadwal kedatangan tiga kereta api jarak jauh, yaitu KA Blambangan Ekspres (Jakarta), KA Wijayakusuma (Cilacap), dan KA Sangkuriang (Bandung). Memasuki siang hari, kemeriahan bergeser ke Bandara Banyuwangi, untuk menyapa para penumpang pesawat Super Air Jet yang baru saja mendarat dari Jakarta. Tak sekadar sapaan ramah, para wisatawan langsung disuguhi welcome drink berupa wedang secang yang menyegarkan badan, serta bingkisan camilan khas Banyuwangi, yaitu kue bagiak dan sale pisang yang menggugah selera.
Menariknya, kemasan camilan tersebut didesain khusus dengan menyematkan barcode yang berisi informasi lengkap seputar destinasi kepariwisataan di Banyuwangi. Tidak sampai di situ, suasana kian semarak berkat kehadiran sepasang penari Gandrung yang menyapa langsung para wisatawan. Langkah jemput bola ini sukses menuai pujian, salah satunya dari Ading, wisatawan asal Jakarta yang baru pertama kali berkunjung ke ujung timur Pulau Jawa tersebut.
"Penyambutan ini sangat berkesan bagi saya. Jujur, perlakuan hangat ini bikin saya makin penasaran dan tidak sabar untuk segera menjelajahi destinasi wisata yang ada di sini," ujar Ading.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh Leofatra, pelancong asal Bandung yang memboyong seluruh anggota keluarganya untuk menghabiskan waktu berlibur di Banyuwangi. Ia mengaku terkejut sekaligus kagum dengan kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut wisatawan, sebuah pemandangan yang jarang ia temukan di tempat lain.
"Banyuwangi keren sekali! Kesiapan pemerintah daerahnya luar biasa. Begitu turun dari kereta, kami langsung disambut dengan kue-kue khas setempat. Sepanjang pengalaman saya travelling, baru pertama kali ini saya mendapatkan treatment seistimewa ini," puji Leofatra.
Tidak hanya memikat hati wisatawan domestik, pesona keramahtamahan Banyuwangi juga sukses membius turis mancanegara. Noah dan Khiell, dua wisatawan asal Belanda yang mendarat di Bandara Blimbingsari, mengaku sangat terkejut sekaligus terbantu dengan konsep penyambutan yang memadukan unsur budaya tradisional dan teknologi digital tersebut.
"Kami sangat terkejut dengan sambutan hangat di bandara ini. Penari Gandrungnya terlihat sangat cantik. Selain itu, informasi di dalam barcode ini sangat membantu, sekaligus memberi ide bagus destinasi seru mana lagi yang wajib kami kunjungi selain Gunung Ijen," tutur mereka.
Melalui konsistensi dalam memberikan sambutan yang hangat dan profesional ini, Banyuwangi semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan yang ramah wisatawan. Inovasi pelayanan yang memadukan kearifan lokal dan kemudahan digital ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan mendalam selama long weekend, tetapi juga mendorong para pelancong untuk kembali berkunjung di masa depan.

