Bukan Main! Ratusan Peserta Meriahkan Ajang Festival Tari Gandrung Masa ke Masa
Festival Tari Gandrung dari Masa ke Masa resmi dimulai di Gedung Serbaguna Blambangan (Gesibu) Banyuwangi, Sabtu (16/12/2023). Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti ajang ini, mulai usia SD, SMP, SMA, dan umum.
Ketua Penyelenggara Festival Tari Gandrung dari Masa ke Masa, Sabar Harianto, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme peserta yang mendaftar mencapai 500an peserta. Tidak hanya dari Banyuwangi, peserta juga berasal dari Surabaya, Blitar, Pasuruan, dan Situbondo.
"Tentu ini menjadi salah satu bentuk regenerasi tari gandrung sebagai ikon Kabupaten Banyuwangi," kata Sabar.
Festival ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori tari gandrung tunggal dan tari gandrung berpasangan. Peserta akan dinilai berdasarkan aspek keluwesan gerak, ketepatan irama, dan kesesuaian kostum.
Selain sebagai ajang kompetisi, festival ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan tari gandrung kepada masyarakat luas. Para peserta menampilkan berbagai variasi tari gandrung, mulai dari tari gandrung klasik hingga tari gandrung modern.
Perputaran ekonomi juga dirasakan oleh pelaku UMKM yang berjualan di area Gesibu Blambangan. Pasalnya, para peserta diantar oleh keluarga sehingga mereka tak jarang untuk sekedar mencicipi kuliner-kuliner yang ada di sana.
"Alhamdulillah, festival ini bisa menjadi berkah bagi kami," kata seorang pedagang kuliner di area Gesibu Blambangan.
Festival Tari Gandrung dari Masa ke Masa akan berlangsung selama dua hari, yaitu 16-17 Desember 2023. Malam puncak festival akan digelar pada Minggu (17/12/2023) malam dengan menampilkan para pemenang dari masing-masing kategori.

