Bikin Pangling Wisatawan, Begini Cantiknya Barong Banyuwangi Saat Tampil di Panggung Senja AWT Barong Cempaka Putih perform Senja di AWT Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Bikin Pangling Wisatawan, Begini Cantiknya Barong Banyuwangi Saat Tampil di Panggung Senja AWT

127x Dilihat

Banyuwangi sukses meluncurkan terobosan baru dalam menyajikan seni tradisional. Kesenian Barong, yang selama ini kerap diidentikkan dengan keramaian jalanan atau stigma miring di masyarakat, kini berhasil naik kelas. Lewat kurasi yang matang, kesenian rakyat ini bertransformasi menjadi pertunjukan teatrikal yang anggun, tertata, dan menghipnotis ribuan pasang mata.

 

Wajah baru seni tradisi ini tersaji apik dalam pergelaran bertajuk "Senja di Agro Wisata Tamansuruh (AWT)" pada Minggu (5/7/2026).

 

Keindahan lanskap perbukitan berlatar matahari terbenam berpadu sempurna dengan tata lampu panggung yang dramatis. Ditambah iringan pawai budaya, gemuruh ritme gamelan, serta atraksi obor yang memukau, Barong tampil penuh karisma dan elegan tanpa menanggalkan nilai-nilai sakralnya.

 

Langkah dalam memilih AWT sebagai panggung pertunjukan dinilai sangat strategis. Destinasi ini memang sedang diproyeksikan sebagai kawasan wisata integratif. Di sini, pelancong bisa menikmati paket lengkap mulai dari keindahan alam, aktivitas berkuda, wahana ATV, wisata kuliner, hingga suguhan pagelaran seni. Kolaborasi pesona alam dan kultur lokal inilah yang membuat AWT memiliki magnet kuat yang membedakannya dari destinasi wisata lain.

 

Seni pertunjukan yang biasanya digelar di pekarangan kampung atau lapangan terbuka, kini dipoles secara profesional. Hasilnya, sebuah atraksi wisata yang representatif dan ramah untuk dinikmati oleh semua segmen pasar, termasuk wisatawan luar daerah dan generasi zilenial.

 

Suasana semakin meriah saat kelompok Barong Cempaka Putih melenggang ke area utama. Gemuruh apresiasi penonton langsung menggema. Ribuan pasang mata tampak terkesima mengikuti dinamika gerak penari dan tabuhan musik pengiring, yang menyatu dengan kemegahan panggung terbuka di bawah langit senja Tamansuruh.

 

Pengalaman magis ini turut dirasakan oleh Purnomo Aji, seorang pelancong asal Kalibaru yang datang memboyong keluarganya. Ia mengaku takjub dengan konsep baru ini, yang memberikan impresi berbeda dari pertunjukan Barong yang pernah ia tonton sebelumnya.

 

"Biasanya saya menonton Barong dalam acara hajatan di jalanan atau lapangan kampung. Namun sore ini atmosfernya luar biasa berbeda. Dengan latar perbukitan, permainan lampu yang estetis, suasana yang kondusif, serta kesempatan berinteraksi langsung dengan seniman, rasanya sangat eksklusif. Konsep seperti ini pasti bikin wisatawan makin tertarik ke Banyuwangi untuk menikmati dualitas alam dan budayanya," tutur Purnomo.

 

Tingginya animo masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa warisan leluhur memiliki daya saing global jika dikelola dengan sentuhan kreatif dan manajemen panggung yang modern. Barong kini bukan lagi sekadar hiburan komunal, melainkan telah berevolusi menjadi mahakarya budaya yang mempertegas jati diri daerah sekaligus menjadi motor penggerak industri pariwisata.