BIG Downhill 2026 Siap Digelar, Pacu Adrenalin Atlet di Kawasan Ijen Banyuwangi
Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 di akan segera digelar. Para peserta sudah mulai berdatangan ke lokasi untuk melakukan pengecekan jalur sekaligus sesi latihan intensif.
Antusiasme tinggi tampak jelas dari para atlet yang akan berlaga. Salah satu peserta dari tim Bandit Squad, Dewi Ageng Putri Purnomo, mengungkapkan semangatnya yang membara untuk mengikuti ajang BIG Downhill edisi tahun ini.
Ia mengaku telah dua kali mengikuti kejuaraan bergengsi ini. Pengalaman manis di masa lalu menjadi motivasi tersendiri baginya untuk kembali turun ke medan laga dan menguji kemampuan terbaiknya di atas sepeda.
"Saya sudah dua kali mengikuti BIG Downhill. Tahun 2025 lalu saya mendapatkan juara 2 Women Open. Sehingga sangat antusias untuk kembali menaklukkan rute di tahun ini," imbuh Ageng yang berasal dari Kota Batu.
Dengan kontur tanah miring, kawasan lereng Gunung Ijen sangat cocok untuk dijadikan arena downhill. Jalur alami yang terbentuk dari bentang alamnya memberikan tantangan tersendiri bagi para pecinta olahraga ekstrem.
Pada tanggal 19-20 September 2026 nanti, Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill akan kembali digelar secara resmi. Event tahunan ini selalu dinantikan oleh para komunitas dan pegiat olahraga bersepeda gunung dari berbagai penjuru daerah.
Menariknya, di tahun ini BIG Downhill resmi masuk ke dalam kalender internasional UCI (Union Cycliste Internationale) yang merupakan organisasi induk balap sepeda dunia. Masuknya event ini ke level internasional menjadi bukti nyata kualitas trek yang dimiliki Banyuwangi.
Kejuaraan ini nantinya bakal menjadi ajang berkumpul para pembalap downhill internasional dari berbagai negara. Kehadiran para atlet kelas dunia ini dipastikan akan meningkatkan kualifikasi, standar penyelenggaraan, serta gengsi dari kompetisi tersebut.
Venue perlombaan berada di Gantasan Ijen Bike Park yang memiliki ketinggian sekitar 600 sampai 700 mdpl. Area ini memang didesain khusus untuk menunjang kompetisi sepeda balap dengan standar keamanan dan fasilitas pendukung yang memadai.
Lokasi trek yang berada di ketinggian dengan jalur cukup ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Kelokan tajam, turunan curam, serta rintangan alami menuntut konsentrasi penuh dari setiap pembalap agar bisa finis dengan selamat.
Selain menaklukkan trek, para peserta juga harus bersaing memamerkan keahlian whipping saat melompat di udara. Atraksi udara yang memukau ini menjadi salah satu penilaian penting sekaligus pemandangan yang paling ditunggu oleh para penonton.
Perlombaan bergengsi ini diharapkan dapat memunculkan bibit pembalap profesional serta memajukan dunia sport tourism di Banyuwangi. Kehadiran kejuaraan rutin berkelas dunia diyakini mampu melahirkan atlet muda berbakat yang siap bersaing di kancah global.
Aksi menegangkan para peserta tentu akan menjadi atraksi menarik yang memacu adrenalin. Setiap lekuk jalur yang dilewati para pembalap siap menyajikan tontonan spektakuler bagi para pecinta olahraga ekstrem maupun wisatawan yang hadir.
Melalui perpaduan pesona alam yang indah dan kejuaraan olahraga internasional, Banyuwangi semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia. Event ini tidak hanya mengangkat nama besar Ijen Geopark di kancah global.
Lebih dari itu, penyelenggaraan ajang internasional ini juga membawa dampak positif berupa peningkatan ekonomi dan kesejahteraan langsung bagi masyarakat setempat. Sektor pariwisata, penginapan, dan UMKM lokal diprediksi akan merasakan langsung manfaat dari ramainya pengunjung.
(yap)

