Berkah Tour de Banyuwangi Ijen, Pedagang Lokal Raup Omzet Berlipat di Rute Cagar Biosfer Dunia Alas Purwo
Dentum semangat para pembalap Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI) 2025 tak hanya menggaung di lintasan, namun juga membawa gema rezeki bagi para pelaku usaha kecil di sepanjang rute. Terlebih lagi di etape kedua yang mengambil start dari Taman Nasional Alas Purwo, sebuah kawasan yang diakui sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO. Keberadaan Alas Purwo sebagai situs alam yang memesona, dipadukan dengan kemeriahan ajang balap sepeda internasional, sukses menciptakan gelombang ekonomi mikro yang menggembirakan. Selasa, (29/7/2025).
Pagi itu, sebelum hiruk pikuk balapan dimulai, suasana di sekitar area start sudah dipenuhi keramaian. Para penggemar balap sepeda, wisatawan, dan masyarakat lokal tumpah ruah ingin menyaksikan langsung momen-momen bersejarah ini. Kondisi inilah yang menjadi ladang emas bagi para pedagang kaki lima yang sigap menjajakan dagangan mereka.
Salah satu yang merasakan langsung dampak positifnya adalah Sunardi, seorang penjual es kelapa muda asal Kecamatan Tegaldlimo. Dengan gerobak sederhananya, Sunardi sudah siap sedia di simpang empat Lapangan PHPA Taman Nasional Alas Purwo sejak pagi buta. Di tengah riuhnya kerumunan, ia sibuk melayani pembeli yang tak henti-hentinya berdatangan mencari kesegaran.
"Biasanya saya berjualan es kelapa muda laku sekitar 50 ribu per hari, tapi hari ini baru setengah hari, sudah laku sekitar 250 ribuan!" ujarnya.
Angka lima kali lipat dalam waktu singkat ini tentu menjadi berkah yang tak terduga bagi Sunardi. Ini membuktikan bahwa ajang olahraga berskala internasional seperti TDBI, dengan pemilihan rute yang strategis melintasi kawasan-kawasan vital, mampu memberikan dorongan signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal.
Keberhasilan ini juga menunjukkan sinergi positif antara pariwisata, olahraga, dan pemberdayaan masyarakat. Ketika sebuah acara besar digelar, bukan hanya sektor-sektor utama yang diuntungkan, tetapi juga para pelaku usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian di tingkat akar rumput.
Sunardi pun menyuarakan harapannya. Ia sangat berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin di wilayah Tegaldlimo, yang notabene adalah pintu gerbang menuju keindahan Alas Purwo. Baginya, event semacam ini bukan sekadar tontonan, melainkan sumber kehidupan.
"Kami berharap mudah-mudahan kegiatan seperti ini rutin diselenggarakan di sekitar Tegaldlimo. Karena kami dan warga sini akan menerima manfaat perputaran ekonominya," pungkas Sunardi.

