BEC 2026 Sukses Dongkrak Ekonomi Banyuwangi, Perputaran Uang Tembus 12 Miliar Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival 2026
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

BEC 2026 Sukses Dongkrak Ekonomi Banyuwangi, Perputaran Uang Tembus 12 Miliar

131x Dilihat

Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang berlangsung pada 16–19 Juli lalu terbukti menjadi roda penggerak ekonomi daerah yang ampuh. Pesta budaya tahunan ini berhasil mengalirkan dana hingga Rp12,11 Miliar ke berbagai sektor usaha di Banyuwangi. Capaian tersebut melonjak tajam sebesar 30 persen dibandingkan BEC tahun 2025 yang menghasilkan perputaran ekonomi senilai Rp9,4 Miliar.

 

Angka fantastis ini bersumber dari biaya produksi sebesar Rp2,1 Miliar serta transaksi langsung masyarakat yang menembus Rp10,01 Miliar. Salah satu pendorongnya datang dari agenda business matching serta pameran UMKM hasil kolaborasi bersama BI Jember yang mencatatkan transaksi sebesar Rp1,27 Miliar. Angka ini menegaskan suksesnya salah satu rangkaian BEC, yang jika diakumulasikan dengan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan ekonomi kreatif, menghasilkan total dampak ekonomi sebesar Rp12,11 Miliar.

 

Sektor perhotelan dan penginapan menjadi penyumbang omset terbesar dengan angka Rp3,35 Miliar. Kontribusi utama berasal dari hotel bintang 3 dan 4 yang membukukan transaksi sebesar Rp3 Miliar. Sementara itu, hotel kelas melati menyumbang Rp234 Juta dan homestay mencatatkan Rp120 Juta. Menyusul di posisi kedua, bidang kuliner dan UMKM mengantongi total raihan Rp3,32 Miliar yang disokong oleh pemasukan dari restoran sebesar Rp2,42 Miliar dan pendapatan dari 1.200 unit UMKM di sepanjang rute parade yang mencapai Rp900 Juta.

 

Rantai ekonomi ini kian kuat lewat peran aktif industri kreatif dan pekerja seni lokal yang mengamankan pendapatan sebesar Rp1,5 Miliar. Alokasi terbesar terserap untuk pembuatan 100 kostum peserta dengan nominal sebesar Rp1,1 Miliar, sementara jasa sewa busana serta penata rias (MUA) menyumbang angka Rp400 Juta. Keberhasilan ini turut didukung oleh pergerakan di jasa transportasi dan parkir sebesar Rp440 Juta, serta belanja wisatawan di pusat oleh-oleh senilai Rp125 Juta.

 

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono, menegaskan bahwa performa finansial BEC 2026 menjadi indikator kuat bangkitnya ekosistem pariwisata berbasis kerakyatan.

 

"BEC bukan sekadar panggung seni dan parade busana megah, tetapi merupakan penggerak utama rantai ekonomi kerakyatan Banyuwangi. Angka perputaran uang sebesar Rp12,11 Miliar ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata berbasis budaya mampu memberikan dampak finansial langsung yang dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, perhotelan, hingga pekerja seni lokal," tegas Hartono.

 

Secara keseluruhan, perhelatan ini membuktikan bahwa festival budaya skala besar mampu memberikan dampak finansial secara cepat dan merata. Mulai dari lini penginapan, pedagang kecil di tepi jalan, penyedia jasa transportasi, hingga para pengrajin lokal mendapat kucuran pendapatan segar. Keberhasilan ini mempertegas posisi BEC sebagai instrumen investasi pariwisata yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi secara nyata.