BEC 2025: Mesin Uang Rp 9,4 Miliar untuk Banyuwangi
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025 baru saja usai, meninggalkan jejak keindahan dan perputaran ekonomi yang luar biasa. Selama pagelaran yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 13 Juli lalu, event ini menjelma menjadi motor penggerak roda ekonomi lokal, menciptakan transaksi ekonomi yang bernilai fantastis.
Sektor perhotelan di Banyuwangi pun kebanjiran berkah. Okupansi hotel dan homestay melonjak hingga 90-95% di tanggal 11-13 Juli, menghasilkan transaksi lebih dari Rp 2,1 miliar. Pengunjung juga memenuhi restoran dan menyumbang nilai transaksi sekitar Rp 600 juta dari belanja makan.
Dampak ekonomi BEC 2025 meluas hingga ke sektor lain. Belanja oleh-oleh menyumbang Rp 400 juta, sementara pembuatan 120 kostum peserta BEC menelan biaya Rp 1,2 miliar, menjadi rezeki bagi para desainer lokal.
Sementara itu, UMKM menjadi bintang terang dalam pesta ekonomi ini. Omset UMKM pada Showcase SCF x BEC mencapai Rp 1,17 miliar (sumber BI Jember). Ditambah lagi, sekitar 1.000 UMKM dan PKL di lokasi acara meraup omset tak kurang dari Rp 500 juta.
Infrastruktur pendukung juga panen rezeki. Sektor parkir berhasil meraup Rp 90 juta dari kendaraan roda dua dan Rp 25 juta dari kendaraan roda empat. Penyewaan 200 kendaraan selama dua hari menyumbang Rp 280 juta, dan pelaku wisata mendapatkan tambahan pemasukan Rp 60 juta.
Jika ditotal dengan biaya produksi event, perputaran ekonomi selama Banyuwangi Ethno Carnival 2025 mencapai angka yang fantastis, yakni lebih dari Rp 9,4 miliar. BEC 2025 membuktikan diri bukan hanya sebagai tontonan budaya, tapi juga sebagai stimulus ekonomi super efektif yang menghidupkan berbagai lini usaha di Banyuwangi.

