Banyuwangi Rayakan Hari Jadi ke-235 dengan Semangat Kebersamaan dan Keberagaman Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menghadiri Upacara HARJABA 253
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Banyuwangi Rayakan Hari Jadi ke-235 dengan Semangat Kebersamaan dan Keberagaman

277x Dilihat

Taman Blambangan menjadi saksi semaraknya peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-235, Rabu (18/12/2024). Suasana upacara peringatan dipenuhi nuansa keberagaman yang begitu kental, merefleksikan kekayaan budaya yang dimiliki kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini.

Para peserta upacara tampak mengenakan berbagai baju adat dari beragam suku dan etnis yang hidup berdampingan di Banyuwangi. Tidak hanya baju adat Suku Osing asli Banyuwangi, namun juga terlihat baju adat Bali, Madura, Jawa, Bugis, Melayu, Arab, hingga Tionghoa.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang memimpin upacara turut mengenakan busana etnis Tionghoa, Cheongsam Sangjit. Dalam sambutannya, Bupati Ipuk menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam membangun Banyuwangi.

"Banyuwangi adalah tamansari Nusantara. Ada beragam suku dan etnis. Bersama-sama kita menjaga dan memajukan Kabupaten Banyuwangi," ungkap Bupati Ipuk.

Lebih lanjut, Bupati Ipuk menyampaikan bahwa kolaborasi dan gotong royong menjadi modal utama bagi kemajuan Banyuwangi. Berbagai prestasi yang telah diraih Banyuwangi, seperti ditetapkannya Geopark Ijen sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) dan penghargaan Kabupaten Paling Inovatif dari Kementerian Dalam Negeri, merupakan buah dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

"Pencapaian ini adalah berkat kebersamaan kita semua. Mari ini kita jaga untuk memajukan Banyuwangi di tahun-tahun berikutnya," ajak Bupati Ipuk.

Menghadapi tantangan fiskal di masa mendatang, Bupati Ipuk mengajak semua pihak untuk terus berinovasi dan bergotong royong dalam mewujudkan pembangunan daerah.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang telah memberikan kontribusi positif bagi daerah. Salah satunya adalah Laita Ro’ati Masykuroh, putri asal Dusun Ringinmulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, yang berhasil mengantarkan Timnas Indonesia meraih juara Piala AFF Putri 2024 dan dinobatkan sebagai kiper terbaik (Best Goalkeeper).

Rangkaian acara peringatan Harjaba ke-235 juga diisi dengan penyerahan santunan kepada 253 anak yatim dan ditutup dengan acara makan tumpeng bersama warga sekitar, yang dikenal dengan tradisi Sewu Ancak.