Banyuwangi Masuk Daftar 3 Besar Wisata Murah di Indonesia versi Harian Kompas
Kondisi ekonomi yang dinamis di penghujung tahun membuat banyak warga mulai memutar otak untuk tetap bisa menikmati liburan tanpa membuat dompet "jebol". Meski tekanan ekonomi terasa, berlibur kini telah bergeser menjadi kebutuhan sekunder yang sulit ditinggalkan, sehingga masyarakat cenderung memilih opsi yang lebih hemat seperti berwisata di dalam kota atau mencari destinasi dengan biaya hidup rendah salah satunya berwisata di Banyuwangi. Selain itu ada Sleman dan Probolinggo.
Terdapat 15 variabel wisata murah terbagi menjadi 3 komponen. yang pertama yaitu komponen pengelolaan destinasi wisata meliputi variabel, atraksi, aksesibilitas, fasilitas & layanan pendukung. Komponen pertumbuhanan ekonomi wisata terdapat 4 variabel yaitu, jumlah wisatawan domestik, rata-rata menginap tamu domestik, tingkat hunian kamar, pengeluaran wisatawan. Komponen harga murah dengan 5 variabel yaitu, rata-rata harga penginapan, ulasan hotel melati di medsos, jumlah umkm, rata-rata tarif motor dan mobil, rata-rata harga paket wisata.
Mengutip youtube KOMPASTV, Tim Jurnalisme Data Harian Kompas Albertus Krisna, melakukan analisis mendalam untuk memetakan destinasi wisata mana saja yang paling ramah di kantong namun tetap berkualitas. Indeks ini tidak hanya memprioritaskan harga murah, tetapi juga mempertimbangkan kelengkapan atraksi, ketersediaan infrastruktur wisata yang mumpuni, serta kemudahan akses transportasi bagi para pelancong.
"Metodologi penilaian yang digunakan dibagi menjadi tiga komponen utama. Komponen pertama adalah pengelolaan destinasi wisata yang memegang bobot tertinggi, yakni sebesar 40%. Di dalamnya mencakup 15 variabel kunci yang mencakup kualitas daya tarik wisata, kemudahan aksesibilitas menuju lokasi, hingga ketersediaan fasilitas penunjang seperti hotel dan layanan jasa biro perjalanan yang dikelola komunitas lokal." kata Bertus. (24/12/2025).
Bertus menambahkan, komponen kedua, dengan bobot 30%, adalah pertumbuhan ekonomi wisata. Melalui variabel ini, tim jurnalis mengukur tingkat kunjungan wisatawan domestik ke suatu daerah, rata-rata lama menginap, serta tingkat hunian kamar hotel. Data ini memberikan gambaran seberapa populer dan hidup ekosistem pariwisata di daerah tersebut, sehingga wisatawan tidak hanya mendapatkan harga murah tetapi juga pengalaman wisata yang aktif.
"Komponen terakhir yang tak kalah penting adalah indeks harga murah dengan bobot 30%. Penilaian ini melibatkan enam variabel yang sangat krusial bagi pelancong hemat, mulai dari rata-rata harga penginapan, ulasan hotel melati di media sosial, hingga keberadaan UMKM sebagai sentra kuliner. Selain itu, tarif sewa kendaraan motor dan mobil serta harga paket wisata juga menjadi faktor penentu dalam peringkat ini." imbuh Bertus.
Berdasarkan hasil analisis, Banyuwangi merupakan salah satu destinasi yang cocok bagi pecinta alam yang ingin menantang adrenalin, kota ini dianggap memiliki keseimbangan terbaik antara biaya yang dikeluarkan dengan fasilitas petualangan yang didapatkan.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa liburan yang menyenangkan tidak selalu harus mahal. Dengan mempertimbangkan berbagai variabel mulai dari pengelolaan hingga keterlibatan UMKM lokal, warga dapat tetap berwisata dengan cerdas. Meskipun harga menjadi pertimbangan utama, kualitas pelayanan dan kemudahan akses tetap menjadi faktor pelengkap yang membuat pengalaman liburan akhir tahun tetap berkesan meski dengan anggaran terbatas.
Bertus menambahkan, komponen kedua, dengan bobot 30%, adalah pertumbuhan ekonomi wisata. Melalui variabel ini, tim jurnalis mengukur tingkat kunjungan wisatawan domestik ke suatu daerah, rata-rata lama menginap, serta tingkat hunian kamar hotel. Data ini memberikan gambaran seberapa populer dan hidup ekosistem pariwisata di daerah tersebut, sehingga wisatawan tidak hanya mendapatkan harga murah tetapi juga pengalaman wisata yang aktif.
"Komponen terakhir yang tak kalah penting adalah indeks harga murah dengan bobot 30%. Penilaian ini melibatkan enam variabel yang sangat krusial bagi pelancong hemat, mulai dari rata-rata harga penginapan, ulasan hotel melati di media sosial, hingga keberadaan UMKM sebagai sentra kuliner. Selain itu, tarif sewa kendaraan motor dan mobil serta harga paket wisata juga menjadi faktor penentu dalam peringkat ini." imbuh Bertus.
Berdasarkan hasil analisis, Banyuwangi merupakan salah satu destinasi yang cocok bagi pecinta alam yang ingin menantang adrenalin, kota ini dianggap memiliki keseimbangan terbaik antara biaya yang dikeluarkan dengan fasilitas petualangan yang didapatkan.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa liburan yang menyenangkan tidak selalu harus mahal. Dengan mempertimbangkan berbagai variabel mulai dari pengelolaan hingga keterlibatan UMKM lokal, warga dapat tetap berwisata dengan cerdas. Meskipun harga menjadi pertimbangan utama, kualitas pelayanan dan kemudahan akses tetap menjadi faktor pelengkap yang membuat pengalaman liburan akhir tahun tetap berkesan meski dengan anggaran terbatas.

