Banyuwangi Kolo Semono Tingkatkan Kunjungan ke Museum Blambangan pengunjung di museum Banyuwangi Tempo Dulu
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Banyuwangi Kolo Semono Tingkatkan Kunjungan ke Museum Blambangan

309x Dilihat

Belakangan ini, jumlah pengunjung Museum Blambangan mengalami peningkatan signifikan. Hal ini dipicu oleh adanya pameran Banyuwangi Kolo Semono yang diselenggarakan di halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi. Tak hanya menikmati pameran aksi panggung, para pengunjung juga tertarik untuk mengintip penggalan sejarah yang tersimpan di dalam Museum Blambangan. 

 

Peningkatan jumlah pengunjung ini tentunya disambut baik oleh pihak pengelola Museum Blambangan. “Dengan adanya acara ini, masyarakat semakin tahu bahwa di Banyuwangi juga ada museum, karena sebagian besar masyarakat Banyuwangi tidak tahu kalau Kabupaten Banyuwangi memiliki museum, apalagi masyarakat yang jauh dari kota,” ungkap Bayu Ari Wibowo, pemandu museum. 

 

Jumlah pengunjung Museum Blambangan terhitung meningkat sebanyak 30 persen dibanding hari-hari biasa. Kali ini, pengunjung pun tak hanya terbatas pada siswa sekolah atau kunjungan komunitas, tetapi juga masyarakat umum. Bayu menambahkan bahwa sebagian besar masyarakat umum itu awalnya hanya berniat mengunjungi pameran. 

 

Keberadaan Museum Blambangan memang menjadi salah satu inspirasi pameran Banyuwangi Kolo Semono. Destinasi wisata sejarah ini memiliki sebanyak 4.300 koleksi benda bersejarah yang terbagi ke dalam empat timeline besar, yakni era prasejarah, Hindu-Budha, Islam dan kolonial. Sementara untuk jenis atau bentuk koleksi, terdapat etnografi, arkeologi, numistika, filologika, historika, teknologika dan beragam seni rupa. 

 

“Saya baru tahu di sini ada museum. Senang rasanya bisa membaca sejarah sekaligus melihat benda peninggalannya. Koleksinya juga cukup lengkap dan otentik, saya sepertinya mau ke sini lagi ajak keluarga," terang Dinda, pengunjung asal Srono. 

 

Sebagai informasi, Banyuwangi Kolo Semono masih akan berlangsung hingga tanggal 7 Juni nanti. Pengunjung dapat sekaligus mengunjungi Museum Blambangan untuk menggali pengetahuan baru yang sangat menarik. Nikmati pula berbagai pertunjukan budaya, kuliner dan jamu tradisional, penyewaan busana adat untuk foto, hingga pijat tradisional.