Banyuwangi Jadi Favorit Wisata Penumpang Kereta Api, Pemkab dan PT KAI Tingkatkan Kolaborasi ilustrasi Kereta API Indonesia
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Banyuwangi Jadi Favorit Wisata Penumpang Kereta Api, Pemkab dan PT KAI Tingkatkan Kolaborasi

239x Dilihat

Banyuwangi, Jawa Timur, semakin menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata favorit bagi para penumpang kereta api. Selama libur panjang awal Mei 2025, rute kereta api menuju Banyuwangi masuk dalam tiga besar terpadat di Indonesia. Melihat tren positif ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berkolaborasi dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan.

Dalam upaya memperkuat sinergi, jajaran Pemkab Banyuwangi bertemu langsung dengan Direktur Utama PT. KAI, Didiek Hartantyo, beserta jajaran direksi di Jakarta, pada Rabu (21/5/2025).

Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh jajaran direksi PT. KAI, antara lain Managing Director of Commerce Hadis Surya Palapa, Plt. Direktur Utama KAI Services Ririn Widi Astutik, Direktur Consumer Business Lies Permana Lestari, serta pejabat lainnya. Dari pihak Pemkab, hadir Wakil Bupati Mujiono dan tim terkait.

"Kami sangat senang dan mengapresiasi perkembangan Banyuwangi yang begitu pesat. Banyuwangi sangat menginspirasi. Kami siap berkolaborasi untuk meningkatkan jumlah penumpang menuju Banyuwangi," ujar Didiek Hartantyo.

PT. KAI berkomitmen mendukung pengembangan wisata Banyuwangi melalui berbagai program. Salah satunya adalah penyelenggaraan atraksi dan kegiatan yang dapat menarik lebih banyak wisatawan, dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk mendukung ekonomi rakyat.

"Kami percaya pada prinsip 'Hidup dan Menghidupkan'. Dengan kolaborasi ini, kami akan membangun konektivitas yang lebih baik dan sistem transportasi yang terintegrasi bersama pemerintah daerah," tambah Didiek.

Sebagai langkah konkret, PT. KAI berencana merevitalisasi beberapa stasiun di Banyuwangi, seperti Stasiun Ketapang dan Stasiun Kalisetail. Revitalisasi ini akan mengadopsi desain khas lokal yang mencerminkan kearifan budaya Osing serta tetap berkonsep ramah lingkungan. Sebelumnya, PT. KAI telah sukses merevitalisasi Stasiun Banyuwangi Kota dengan sentuhan arsitektur budaya Osing yang menjadi ciri khas Banyuwangi.

"Kami senang dengan ide-ide Banyuwangi yang mengangkat arsitektur lokal dan mengutamakan keberlanjutan. Hal ini akan menjadi inspirasi kami dalam pengembangan stasiun lainnya," jelas Didiek.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif kolaborasi ini dan mengapresiasi dukungan PT. KAI. Menurut Ipuk, transportasi publik kini tidak hanya sebatas layanan antar-jemput penumpang, tetapi juga dapat menjadi ruang publik yang menghidupkan aktivitas ekonomi dan budaya masyarakat setempat.

"Kolaborasi ini akan menghadirkan pengalaman perjalanan yang menggambarkan identitas lokal Banyuwangi. Penumpang yang tiba di Banyuwangi langsung dapat merasakan suasana lokal melalui desain stasiun, kuliner, dan budaya yang disuguhkan," ujar Ipuk.

Dengan langkah ini, Banyuwangi dan PT. KAI berharap dapat memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.