Banyuwangi Hadirkan Senja di AWT, Manjakan Wisatawan dengan Kuliner dan Seni
Sektor pariwisata di Bumi Blambangan terus menunjukkan taringnya dengan inovasi yang tiada henti. Terbaru, destinasi Agrowisata Taman Suruh (AWT) kini menghadirkan daya tarik anyar bertajuk "Senja di AWT", sebuah paket wisata lengkap yang menggabungkan kesejukan pegunungan dengan kekayaan budaya lokal.
Destinasi yang terletak di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah ini menawarkan pengalaman unik menikmati sore di kaki Gunung Ijen. Berada di ketinggian 450 mdpl, pengunjung tidak hanya disuguhi udara segar, tetapi juga pemandangan memukau yang membentang dari megahnya Gunung Ijen hingga birunya Selat Bali dari kejauhan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa program "Senja di AWT" dirancang sebagai alternatif wisata sore yang terjangkau dan inklusif. Menurutnya, konsep ini sengaja dibuat untuk memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan dengan melibatkan sektor kreatif secara langsung.
"Untuk menambah daya tarik, kami gelar event tambahan di AWT. Tidak hanya menikmati keindahan alamnya, namun pengunjung juga bisa mengeksplor makanan khas Banyuwangi, serta menyaksikan atraksi seni dan budaya khas," ujar Ipuk.
Langkah ini juga menjadi strategi Pemkab Banyuwangi untuk memberikan panggung lebih luas bagi para pelaku usaha mikro. Melalui program ini, setidaknya lebih dari 50 pelaku UMKM lokal dilibatkan untuk menjajakan produk unggulan mereka kepada para wisatawan yang datang.
Ragam kuliner yang tersaji pun sangat menggoda selera, mulai dari menu tradisional autentik seperti rujak soto, kesrut, dan gado-gado, hingga camilan jadul kue cucur gula merah. Tak ketinggalan, berbagai pilihan makanan kekinian juga tersedia untuk menyasar segmen pelancong muda.
"Melalui program ini, kami ingin menghadirkan ruang berkumpul yang nyaman bagi keluarga, sekaligus mendukung pelaku seni dan UMKM agar terus berkembang. UMKM kami beri tambahan ruang lagi untuk berjualan," tambah Ipuk menekankan pentingnya ruang publik bagi ekonomi kreatif.
Sisi artistik juga menjadi nyawa dalam perhelatan ini. Para seniman lokal diberi ruang untuk memamerkan karya seni rupa, melakukan live sketch, hingga berinteraksi langsung dengan pengunjung. Suasana semakin hidup dengan iringan musik akustik, pertunjukan kesenian tradisional, hingga atraksi bela diri yang memukau.
Antusiasme mulai terlihat sejak peluncuran perdana pada 1 Mei 2026 lalu. Nova, seorang wisatawan asal Bali, mengaku terkesan dengan paket lengkap yang ditawarkan AWT. "Asyik banget. Bisa berburu makanan enak sambil menikmati view Selat Bali dari ketinggian. Udaranya juga segar, cocok untuk menghilangkan penat," tuturnya.
Bagi Anda yang tertarik berkunjung, agenda "Senja di AWT" akan menjadi agenda rutin yang digelar setiap akhir pekan (Jumat–Minggu) di awal bulan. Festival sore ini dimulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB, waktu yang sangat pas untuk menikmati transisi langit jingga di ufuk timur Jawa.

