Banyuwangi Ethno Carnival 2025 Dibuka dengan Doa untuk Korban Kapal Tenggelam Bupati Ipuk mengajak hadirin berdoa
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi

Banyuwangi Ethno Carnival 2025 Dibuka dengan Doa untuk Korban Kapal Tenggelam

232x Dilihat

Suasana haru dan khidmat menyelimuti pembukaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025 pada Sabtu (12/7/2025) lalu. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kemegahan parade kostum budaya tahun ini diawali dengan momen hening, merefleksikan duka mendalam atas tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.

Sebelum para model melenggang di atas catwalk jalanan, seluruh peserta, tamu undangan, dan ribuan penonton yang hadir serentak menundukkan kepala. Mereka mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bersama yang dipimpin oleh para tokoh lintas agama di Banyuwangi. Prosesi doa terasa semakin syahdu dengan iringan tabuhan musik etnik bernada pelan dari grup kesenian lokal.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam sambutannya menegaskan bahwa BEC tahun ini membawa pesan ganda. Menurutnya, acara ini bukan hanya menjadi panggung selebrasi budaya, tetapi juga sebuah momentum untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan sebagai sebuah komunitas.

“Kita rayakan budaya, namun tak lupa berbela sungkawa pada para korban musibah KMP Tunu Pratama Jaya,” ujar Bupati Ipuk di hadapan hadirin.

Momen hening di tengah keramaian festival ini menjadi pengingat yang kuat bagi semua yang hadir. Di tengah gemerlap dan kemegahan panggung budaya yang telah diakui secara nasional, masyarakat Banyuwangi menunjukkan bahwa mereka tetap memuliakan nilai empati dan kepedulian sebagai jantung utama peradaban.

Setelah doa bersama selesai, parade BEC 2025 pun dimulai. Para talenta dengan kostum-kostum spektakulernya mulai menampilkan kreativitas terbaik mereka, membawa semangat kebangkitan budaya dengan tetap menyimpan rasa hormat dan duka bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.