Banyuwangi Dipadati Wisatawan Saat Libur Nataru 2024, Okupansi Hotel Melonjak Tajam! Lobby hotel Kokoon Banyuwangi
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Banyuwangi Dipadati Wisatawan Saat Libur Nataru 2024, Okupansi Hotel Melonjak Tajam!

309x Dilihat

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini membawa berkah bagi sektor pariwisata di Banyuwangi. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini dibanjiri wisatawan dari berbagai daerah, memberikan dampak ekonomi positif bagi industri pariwisata dan perhotelan.

 

 

Keindahan alam dan ragam wisata buatan di Banyuwangi sukses menarik minat wisatawan untuk menghabiskan liburan akhir tahun. Sejak tanggal 21 hingga 26 Desember 2024, destinasi wisata di Banyuwangi ramai dikunjungi, menciptakan suasana liburan yang meriah.

 

 

Lonjakan wisatawan ini berdampak signifikan pada tingkat okupansi hotel. Beberapa hotel di Banyuwangi mencatat tingkat hunian yang sangat tinggi. Illira Hotel mencapai 95%, Aston Banyuwangi mencapai 97%, Luminor Hotel bahkan mencapai 100%, dan Kokoon Hotel Banyuwangi mencapai 90%.

 

 

General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti, mengungkapkan antusiasme wisatawan memberikan dampak positif bagi industri pariwisata di bidang perhotelan.

 

"Liburan Nataru merupakan momen spesial bagi keluarga. Kami berkomitmen memberikan pengalaman terbaik bagi tamu, melalui layanan, fasilitas, dan program menarik," ungkap Weni.

 

 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, menyampaikan apresiasi kepada para pelaku pariwisata yang telah berkontribusi dalam menyambut wisatawan.

 

"Semoga wisatawan merasa aman dan nyaman selama berlibur di Banyuwangi. Kami berharap mereka kembali berkunjung di lain waktu," kata Taufik.

 

 

Saat ini, Disbudpar Banyuwangi sedang melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di berbagai destinasi wisata untuk memastikan kenyamanan pengunjung.  

 

"Monev kami fokus pada penggunaan e-tax, kebersihan, ketersediaan wastafel, toilet bersih, dan tempat sampah yang memadai," tambah Taufik.

 

 

Peningkatan kunjungan wisatawan ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Banyuwangi. Penjualan makanan dan minuman, suvenir, dan jasa transportasi turut mengalami peningkatan.

 

 

Keberhasilan Banyuwangi menarik wisatawan selama libur Nataru diharapkan menjadi momentum kebangkitan pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.