Banyuwangi Cetak Sejarah, Sirkuit 465m Muncar Jadi Panggung Balap UCI Supercross 2025 Banyuwangi BMX Supercross 2025
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Banyuwangi Cetak Sejarah, Sirkuit 465m Muncar Jadi Panggung Balap UCI Supercross 2025

239x Dilihat

Adrenalin memuncak di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, seiring dimulainya Banyuwangi BMX Supercross 2025 pada Sabtu siang (15/11/2025). Event internasional yang digelar selama dua hari (15-16 November 2025) ini seketika menarik perhatian dunia balap sepeda, bukan hanya karena skala kompetisinya, tetapi juga lokasi penyelenggaraannya. Seluruh mata tertuju pada sirkuit BMX internasional Muncar yang kini resmi memegang predikat sebagai sirkuit supercross terpanjang di dunia dengan total lintasan mencapai 465 meter.

 

Ajang ini bukan sekadar kompetisi kecepatan biasa, melainkan manifestasi nyata dari strategi cerdas pengembangan sport tourism di Banyuwangi. Dengan memanfaatkan keindahan alam dan potensi daerah, Pemkab Banyuwangi berhasil menyulap wilayah pesisir Muncar menjadi arena balap bertaraf global. Keistimewaannya semakin bertambah karena balapan ini adalah satu-satunya di Indonesia yang berhasil terdaftar dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI).

 

Status bergengsi dari UCI ini menjamin standar kompetisi yang sangat tinggi, sekaligus menarik perhatian tim-tim balap elit dari berbagai belahan dunia. Dalam gelaran tahun ini, para rider andal telah hadir dan siap bersaing, termasuk partisipan yang datang jauh-jauh dari negara-negara seperti Latvia, Malaysia, dan Singapura, menandai daya tarik global event ini.

 

Kualitas sirkuit yang dibangun dengan standar teknis setara Olimpiade ini pun menuai pujian langsung dari delegasi negara peserta. Lintasan sepanjang 465 meter yang menantang terbukti mampu memuaskan para atlet dan ofisial.

 

Mohammad Azman Hasan, official team YSD Sportexcel BMX Racing dari Malaysia, mengungkapkan pujiannya terhadap seluruh aspek penyelenggaraan. 

 

"Track dan fasilitas sangat baik, orang Banyuwangi pun sangat ramah," ungkap Azman. 

 

Beliau menambahkan, timnya sangat senang berada di Banyuwangi, sembari menegaskan bahwa mereka membawa 9 rider terbaik untuk menguji kemampuan di lintasan rekor dunia tersebut.

 

Bupati Ipuk Festiandani Azwar Anas menegaskan bahwa event ini merupakan upaya Pemkab Banyuwangi untuk mengenalkan daerah di pentas global. Melalui konsep sport tourism, atlet dan ofisial dari mancanegara tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga diajak untuk merasakan pesona alam dan keunikan budaya Banyuwangi, mulai dari Ijen hingga kulinernya yang khas.

 

Oleh karena itu, Ajang Banyuwangi BMX Supercross 2025 memiliki fungsi ganda; di satu sisi sebagai arena balap yang memacu adrenalin, dan di sisi lain sebagai etalase pariwisata yang efektif dan menjangkau audiens internasional.

 

Bupati Ipuk juga menyampaikan visi strategis Pemkab Banyuwangi untuk menjadikan daerah tersebut sebagai hub atau rumah bagi olahraga ekstrem di Indonesia. Dengan pengembangan fasilitas yang berkelanjutan, kehadiran event UCI berstandar dunia ini menjadi bukti nyata keseriusan tersebut.

 

"Dengan pengembangan yang terus dilakukan, Banyuwangi kini menjadi rumah baru bagi olahraga ekstrem. Kami siap menyambut para atlet untuk menguji kompetisi dan adrenalin di Banyuwangi, dan merasakan keramahan masyarakat lokal," pungkas Bupati Ipuk. 

 

Secara keseluruhan, keberhasilan penyelenggaraan Banyuwangi BMX Supercross 2025 ini secara signifikan memperkuat posisi daerah sebagai destinasi unggulan sport tourism.

 

Dengan perpaduan antara sirkuit terpanjang di dunia, pengakuan internasional resmi dari UCI, dan keramahan masyarakat, event ini sukses mempromosikan Banyuwangi secara efektif di panggung dunia, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan ekonomi dan pariwisata lokal yang berkelanjutan.