Banyuwangi Batik Festival 2024: Pesona "Jenon" di Hutan Djawatan
Pagelaran Fashion Show Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2024 sukses memukau para pecinta batik di Hutan Djawatan, Cluring, Banyuwangi. Sebanyak 60 busana batik dengan motif lawasan "Jenon" yang berbentuk ketupat ditampilkan dalam peragaan busana yang menawan.
Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, menyatakan bahwa BBF merupakan wujud komitmen daerah dalam mendorong ekosistem batik lokal dan ekonomi kreatif.
"Batik bukan sekadar kain, tapi warisan budaya dan jati diri Banyuwangi," ujarnya.
Sugirah juga mengapresiasi para pelaku batik yang konsisten melestarikan dan mengembangkan batik Banyuwangi. Ia berharap batik Banyuwangi dapat bersaing di pasar nasional dan global.
Busana-busana batik "Jenon" yang ditampilkan dipadukan dengan unsur warna dari kesenian "Jaranan Buto", seperti merah, hitam, putih, hijau, dan kuning. Desain busana berkonsep ready to wear dengan nuansa segar dan elegan.
Ketua Asosiasi Pengrajin dan Pengusaha Batik Banyuwangi Sekar Jagad Blambangan, Dedy Wahyu Hernanda, menjelaskan bahwa motif "Jenon" dan "Jaranan Buto" memiliki filosofi mendalam. "Jenon" bermakna kesadaran untuk memohon ampun, sedangkan "Jaranan Buto" merepresentasikan sifat buruk manusia.
Dedy menambahkan bahwa Banyuwangi memiliki 44 motif batik yang terus dikembangkan, seperti Gajah Oling, Kangkung Setingkes, dan Kopi Pecah. Para pengrajin juga mengeksplorasi motif baru yang terinspirasi dari Ijen Geopark dan Hutan Alas Purwo.
Selain fashion show, BBF 2024 juga menyelenggarakan lomba desain motif batik, lomba mencanting, dan fashion show batik pelajar. Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Kabupaten Banyuwangi, Abdul Latif, menyampaikan bahwa BBF 2024 juga memfasilitasi puluhan IKM Batik untuk memasarkan produknya.
Dengan berbagai kegiatan dan kreativitas yang ditampilkan, Banyuwangi Batik Festival 2024 berhasil mempromosikan batik Banyuwangi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

