Banyuwangi-Bandung Makin Dekat! KA Sangkuriang Meluncur Mulai Mei Besok PT KAI Daop 9 Jember dan Pemkab Banyuwangi duduk bersama mematangkan konsep integrasi antarmod
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi-Bandung Makin Dekat! KA Sangkuriang Meluncur Mulai Mei Besok

154x Dilihat

PT KAI konsisten mempercepat laju pariwisata dengan memperkokoh jaringan transportasi kereta api. Dalam pertemuan terbaru, PT KAI Daop 9 Jember dan Pemkab Banyuwangi duduk bersama mematangkan konsep integrasi antarmoda serta rencana pengoperasian kereta api baru yang menghubungkan Bandung langsung hingga ke jantung Banyuwangi.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Daop 9 Jember. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah peluncuran KA Sangkuriang relasi Bandung-Banyuwangi. Kereta ini dijadwalkan mulai beroperasi dari Bandung pada 1 Mei, dan keberangkatan perdana dari Banyuwangi pada 2 Mei dengan estimasi waktu kedatangan pukul 06.52 WIB.

Langkah ini diambil mengingat kontribusi sektor kereta api terhadap pertumbuhan pariwisata Banyuwangi mencapai 12%. Dengan lonjakan wisatawan yang menyentuh angka 76%, Pemkab dan KAI optimistis penambahan rangkaian kereta ini akan menjadi motor penggerak ekonomi baru. Tak hanya itu, pada November mendatang, jadwal kereta akan disesuaikan untuk sinkronisasi dengan jadwal kapal cepat.

Vice President Daop 9  Jember Hengky Prasetyo, mengungkapkan bahwa KA Sangkuriang adalah langkah strategis KAI dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, rute langsung ini akan memberikan pengalaman perjalanan yang jauh lebih praktis bagi pelanggan setianya.

"KA Sangkuriang hadir membawa suasana baru. Tidak hanya menambah pilihan moda transportasi, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien. Dengan rute langsung Ketapang–Bandung tanpa transit, pelanggan kini lebih praktis," ujar Hengky.

Guna meningkatkan kenyamanan penumpang (User Experience), stasiun-stasiun besar seperti Banyuwangi Kota, Ketapang, Rogojampi, dan Kalisetail kini tengah bersolek melalui renovasi berkelanjutan. Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pariwisata juga akan menempatkan dua unit TV touch screen di area Tourist Information Center (TIC) yang memuat informasi agenda event Banyuwangi Attraction dan promosi pariwisata.

"Kami ingin wisatawan yang turun dari kereta langsung mendapatkan informasi lengkap. Mulai dari akses wisata, agenda festival, hingga pilihan transportasi lanjutan," ungkap Kus Hardini, Kepala Bidang Produk Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.
 
Selain digitalisasi informasi, usulan pengadaan fasilitas locker & shower, mobil listrik, hingga manajemen sewa kendaraan di area stasiun juga tengah dimatangkan.

Demi memperkuat ekosistem ekonomi lokal, PT KAI membuka ruang bagi pelaku UMKM di bawah binaan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi untuk menyuplai produk oleh-oleh di dalam area stasiun.
 
"Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan panggung bagi produk khas Banyuwangi agar lebih mudah dijangkau oleh para pelancong sebelum meninggalkan Bumi Blambangan," kata RR Nanin Oktaviantie, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan.

Terkait loyalitas pelanggan, kedua belah pihak tengah merancang program diskon khusus di hotel dan pusat oleh-oleh bagi pemegang tiket kereta api. Namun, realisasi ini masih memerlukan legalisasi melalui MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih detail agar memiliki payung hukum yang kuat bagi kedua belah pihak.

Sebagai penutup, sinergi komunikasi antara Humas KAI dan Pemkab Banyuwangi akan diintensifkan secara berkala. Agenda setting terkait isu layanan, operasional, hingga edukasi keselamatan di perlintasan sebidang akan menjadi materi rutin yang disampaikan kepada publik guna menciptakan ekosistem transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi.