Bakorwil Malang Studi Tiru Pengelolaan Banyuwangi Creative Hub
Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur III (Bakorwil) Malang dan East Java Super Corridor (EJSC) Malang melakukan studi tiru di Banyuwangi Creative Hub, Jumat (8/12). Bakorwil Malang ingin belajar cara pengelolaan Banyuwangi Creative Hub yang telah sukses menjadi wadah bagi komunitas ekonomi kreatif di Banyuwangi.
Dalam kunjungan tersebut, Bakorwil Malang disambut langsung oleh Dwi Susanti selaku Analis Kebijakan Ahli Muda Sub Koordinator Ekonomi Kreatif di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Dwi Susanti menjelaskan bahwa Banyuwangi Creative Hub dikelola oleh Komunitas Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN) yang mewadahi 17 sub-sektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fashion, film, musik, seni rupa, hingga seni pertunjukan.
Pelaksana Bakorwil Malang, Ria Angela Wardoyo, menyampaikan kebanggaannya bisa studi tiru dengan Banyuwangi. Ia mengatakan bahwa Banyuwangi selama ini semakin inovatif, apalagi Banyuwangi baru saja kembali raih SAKIP A terbaik se Indonesia.
"Tentu tidaklah salah jika kita belajar dengan Banyuwangi," kata Ria Angela Wardoyo.
Ketua BYCN, Vicky Hendri Kurniawan, turut menyambut Bakorwil Malang. Ia menjelaskan perkembangan komunitas yang bergerak di 17 sub-sektor ekonomi kreatif di Banyuwangi.
"Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas komunitas-komunitas ekonomi kreatif di Banyuwangi," kata Vicky Hendri Kurniawan.
Dalam studi tiru tersebut, Bakorwil Malang juga berkesempatan untuk langsung diskusi dengan ketua BYCN. Ia mendapatkan berbagai informasi seputar pengelolaan Banyuwangi Creative Hub, serta tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi.
Bakorwil Malang berharap dapat meniru keberhasilan Banyuwangi dalam mengelola Banyuwangi Creative Hub. Mereka berharap dapat mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Malang.

