Antusiasme Tinggi Warnai Workshop Gandrung Sewu 2026 Menuju Puncak Acara Workshop Gandrung Sewu 2026
nasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Antusiasme Tinggi Warnai Workshop Gandrung Sewu 2026 Menuju Puncak Acara

125x Dilihat

Paguyuban Pelatih Seniman dan Tari Banyuwangi (Patih Senawangi) mengambil langkah strategis dalam menyongsong perhelatan akbar tahunan. Mereka secara resmi menggelar workshop Gandrung Sewu 2026 di Lapangan Tenis Indoor GOR Tawangalun.

Kegiatan pelatihan tingkat persiapan ini dilangsungkan pada Kamis siang, tepatnya tanggal 17 September 2026. Acara tersebut langsung menyedot perhatian publik seni setempat karena menjadi fondasi awal formasi tari kolosal.

Sebanyak 100 orang peserta yang merupakan perwakilan pilihan dari berbagai kelompok formasi tampak hadir memadati lokasi. Kehadiran mereka merepresentasikan delegasi penari dari berbagai wilayah di Bumi Blambangan.

Fokus utama dari materi hari pertama pelaksanaan workshop ini adalah pendalaman pola serta konfigurasi tari. Para peserta digembleng secara intensif agar memahami perpindahan formasi dengan presisi tinggi.

Sebelum memasuki materi pola dan konfigurasi, para peserta sejatinya telah mendapatkan pembekalan materi dasar sehari sebelumnya. Materi awal tersebut berfokus penuh pada penguasaan ragam gerak tari tradisional khas Banyuwangi.

Rangkaian kegiatan workshop terstruktur ini dijadwalkan akan berlangsung secara maraton hingga keesokan harinya. Durasi pelatihan yang terhitung padat ini dirancang demi memaksimalkan penyerapan ilmu oleh para peserta.

Tujuan utama dari penyelenggaraan pelatihan intensif ini adalah mematangkan persiapan mental dan teknis para penari. Hal itu krusial sebelum nantinya mereka terjun langsung bergabung dalam kelompok besar yang melibatkan ribuan orang.

Ketua Patih Senawangi, Suko Prayitno, memberikan penjelasan mendalam terkait konsep di balik pelaksanaan pelatihan skala menengah tersebut. Ia menyebut sesi workshop selama tiga hari hingga 19 September ini sebagai bentuk prototipe.

Menurut Suko Prayitno, merumuskan serta menyamakan pola dan konfigurasi tari untuk ribuan orang bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, sebuah tahapan selektif dan sistematis mutlak diperlukan demi kelancaran hari H.

"Ini kami latihan skala kecil dulu, dimulai dari ragam gerak, kemudian lanjut ke pola dan konfigurasi tari," ujar Suko Prayitno saat ditemui di lokasi latihan.

Ia juga menambahkan bahwa hasil akhir dari pelatihan skala kecil ini nantinya akan ditransfer secara komprehensif. Transfer materi ke kelompok besar diharapkan mampu menghasilkan penampilan massal yang detail dan sempurna.

Suasana di dalam area workshop sendiri tampak begitu semarak dan dipenuhi oleh gelora semangat tinggi. Gelombang antusiasme terlihat jelas dari pancaran wajah para penari muda yang datang dari berbagai penjuru wilayah.

Keseriusan serta dedikasi tinggi langsung ditunjukkan oleh para peserta sejak menit-menit awal sesi latihan dibuka. Salah satu peserta yang merasakan langsung atmosfer positif tersebut adalah Nara Winata Agasi Aprilia.

Penari muda asal SMAN 1 Purwoharjo itu menceritakan bahwa dirinya bersama rekan-rekan sekolah sangat bersemangat. "Proses workshop ini sangat seru. Sebetulnya yang disukai dari Gandrung Sewu ini adalah sesi latihannya," ungkap Nara.

Ia menambahkan, kegembiraan tersebut kian bertambah karena bisa berjumpa dengan banyak kawan baru dari sekolah lain. Ajang ini dimanfaatkannya secara optimal sebagai sarana positif untuk saling bertukar pengalaman menari.

Usai merampungkan rangkaian workshop pemanasan ini, agenda para penari dipastikan masih cukup panjang. Mereka dijadwalkan untuk melangkah ke tahap latihan gabungan secara rutin yang diadakan setiap hari Sabtu.

Latihan gabungan tersebut akan digeber sepanjang bulan Oktober mendatang bertempat di Stadion Diponegoro Banyuwangi. Sesi latihan kolektif ini memegang peranan vital sebagai bentuk gladi bersih akhir.

Seluruh persiapan matang yang dikawal ketat oleh Patih Senawangi ini bermuara pada satu tanggal penting. Penampilan puncak ribuan penari dalam pergelaran kolosal Gandrung Sewu 2026 siap disaksikan pada 24 Oktober mendatang.

Sebagai penutup rangkaian mahakarya budaya tersebut, Pantai Boom Marina telah ditetapkan sebagai lokasi utama perhelatan. Panggung megah di tepi Selat Bali itu siap kembali mengharumkan nama pariwisata budaya Banyuwangi di kancah nasional maupun internasional.