Antusiasme Masyarakat Warnai Pembukaan Banjoewangi Kolosemono Jaranan Buto pembuka event Banyuwangi Kolo Semono
nasional Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi

Antusiasme Masyarakat Warnai Pembukaan Banjoewangi Kolosemono

280x Dilihat

Alunan musik panjak memecah suasana pembukaan Banjoewangi Kolosemono di halaman kantor Disbudpar Banyuwan. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari umum hingga puluhan siswa dari beberapa sekolah di Banyuwangi. 

 

Agenda diawali dengan sesi “Belajar di Museum” bersama para siswa-siswi. Dalam sesi itu, siswa SMP dan SMA menerima materi tentang Sejarah Jalur Kolonial Belanda dan Jepang di Banyuwangi. Sementara siswa SD, menyimak cerita Blambangan di masa lalu melalui pertunjukan wayang bambu yang dibawakan oleh Aekanu Haryono, budayawan Banyuwangi. 

 

Plt. Disbudpar Banyuwangi, Taufik Rahman menyampaikan bahwa acara ini memberikan kesempatan bagus ke pada generasi muda untuk belajar mengenai sejarah, budaya dan tradisi khas Banyuwangi. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk hadir agar dapat bersama-sama menikmati suguhan budaya yang luar biasa ini. 

 

“Mari bapak dan ibu sekalian, ajak keluarga, teman dan tetangga untuk hadir ke acara Banjoewangi Kolosemono. Setiap harinya akan ada kejutan penampilan luar biasa dari para seniman Banyuwangi yang sayang untuk dilewatkan,” ajaknya. 

 

Seorang siswa dari SMAN 1 Giri membagikan keseruannya mengikuti sesi Belajar di Museum. Menurutnya, acara ini sangat menginspirasi dan berharap agar acara ini dapat berlangsung di tahun-tahun berikutnya. 

 

“Pastinya benar-benar menginspirasi saya untuk lebih mencintai dan memperjuangkan warisan budaya kami. Saya berharap acara ini dapat terus diadakan setiap tahun, memberikan kesempatan bagi kami semua untuk merayakan kekayaan budaya yang kami miliki,” ungkapnya. 

 

Acara ini turut dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan kesenian yang sontak menyedot perhatian masyarakat. Semakin sore, masyarakat semakin memadati area acara. Antusiasme mereka pecah ketika menyaksikan penampilan kesenian jaranan yang dibawakan oleh kelompok Jaranan Mekar Sari. 

 

Banjoewangi Kolosemono akan berlangsung hingga tanggal 7 Juni mendatang. Setiap harinya acara dimulai pada pukul 08.00 hingga 21.30 WIB. Masyarakat dapat menyaksikan penampilan berbagai kesenian dan lomba tradisional sembari mengunjungi stand pameran yang menyuguhkan berbagai kuliner dan minuman tradisional, kerajinan tangan bahkan pijat tradisional.