Akhiri Polemik, Pelaku Wisata Bangsring Satu Suara untuk Kenyamanan Wisatawan
Demi menjamin keberlanjutan pariwisata di kawasan Desa Bangsring, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi kembali mengambil langkah strategis. Bertempat di aula Kantor Desa Bangsring pada Selasa siang (16/12/2025), digelar rapat koordinasi yang mempertemukan Forpimka Wongsorejo, pengelola destinasi, Pokdarwis, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan ini menjadi titik temu penyatuan visi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menciptakan iklim wisata yang lebih kondusif dan tertib.
Kepala Desa Bangsring, Sutoyo, menyambut positif komitmen para pelaku wisata yang telah menanggalkan ego sektoral demi kepentingan bersama. Ia menegaskan bahwa hasil rapat ini adalah bentuk komitmen para pengelola destinasi dalam menjaga kenyamanan bersama.
"Dari hasil rapat hari ini, seluruh pihak tanpa terkecuali telah sepakat untuk mematuhi SOP yang ditetapkan. Kami satu suara untuk menaati larangan parkir kendaraan besar di dalam area dan berkomitmen penuh menjalankan mekanisme shuttle bagi para wisatawan. Ini adalah jalan tengah terbaik agar tidak ada gesekan di lapangan dan operasional berjalan lancar," tegas Sutoyo.
Sesuai kesepakatan, bus pariwisata besar kini tidak lagi diperbolehkan merangsek masuk ke area destinasi. Hal ini sesuai dengan SOP yang telah disepakati sejak tahun 2017 lalu. Sebagai solusi, transportasi wisatawan dari area parkir menuju lokasi wisata disepakati menggunakan sistem shuttle. Penerapan sistem ini dirancang untuk memberdayakan warga sekitar, di mana operasional shuttle akan menggunakan tenaga masyarakat lokal. Langkah ini dinilai sebagai solusi terbaik yang menjamin ketertiban sekaligus memberikan ruang partisipasi aktif bagi warga dalam ekosistem pariwisata.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman, mengingatkan bahwa aturan ini dibuat bukan untuk membatasi, melainkan untuk melindungi keberlangsungan usaha wisata itu sendiri. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat kebijakan ini sebagai investasi jangka panjang.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Bangsring, mari kita jaga ekosistem wisata yang sehat ini bersama-sama. Ketertiban dan kenyamanan adalah kunci agar wisatawan mau datang kembali. Ingat, menjaga ekosistem wisata yang kondusif ini sangat penting karena ini menyangkut keberlangsungan ekonomi di masa depan," ujar Taufik.
Sebagai langkah konkret pengamanan kesepakatan ini, rencana pembangunan portal pembatas akan segera dieksekusi sebelum masa libur Nataru tiba. Dengan adanya satu suara antara pemerintah desa, pengelola wisata, dan Disbudpar, wajah pariwisata Bangsring kini siap menyambut wisatawan dengan pelayanan yang lebih prima, dan aman.

