Adlin Mustika: Sanggar Jiwa Etnik Blambangan Padukan Gerak Eropa dan Tradisi Banyuwangi di BEC 2026
Perhelatan kemegahan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, sukses memukau ribuan pasang mata. Mengangkat tema besar Perang Bayu, parade budaya tahunan ini menghadirkan beragam subtema historis, salah satunya adalah perwujudan subtema VOC dan Sekutu yang digarap secara apik oleh Sanggar Seni Jiwa Etnik Blambangan.
Tidak sekadar menampilkan parade busana berjalan, subtema VOC hadir dengan sajian dramatik dan penuh warna. Keterlibatan tim penari pendukung di subtema ini berhasil memberikan sentuhan pertunjukan yang hidup, mengisahkan dinamika kesombongan, kekuasaan, dan intrik politik VOC yang mencoba menguasai Bumi Blambangan pada masa lampau.
Ketua Sanggar Seni Jiwa Etnik Blambangan, Adlin Mustika Alam, S.Sn, mengungkapkan bahwa penampilannya kali ini berfokus pada interpretasi artistik terhadap sejarah lokal. Tokoh-tokoh seperti tentara VOC, noni Belanda, hingga kelompok sekutu (Londo Ireng) divisualisasikan melalui kostum megah ala bangsawan Eropa dipadu ekspresi angkuh dan tegas.
Dari segi gerak, pertunjukan ini memadukan gestur bangsawan Eropa dengan estetika tarian tradisional Banyuwangi serta sentuhan kontemporer.
"Kami memadukan gerak yang terinspirasi dari gestur bangsawan Eropa dengan unsur gerak tradisional Banyuwangi. Ini menjadi tantangan sekaligus kekuatan, karena kami ingin menghadirkan sesuatu yang baru tanpa menghilangkan identitas budaya lokal," ujar Adlin Mustika Alam.
Proses kreatif yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan di sanggar tersebut memprioritaskan manajemen waktu dan penjiwaan karakter. Penari tidak hanya dituntut menghafal pola lantai, tetapi juga mendalami cerita di balik tokoh yang dimainkan agar pesan pertunjukan tersampaikan secara utuh kepada penonton.
Penggunaan properti ikonik seperti payung gaun bergaya Eropa, tatanan gaun megah, serta penokohan yang kuat membuat subtema VOC tampil menonjol dan memikat perhatian masyarakat sepanjang jalur parade.
"Apresiasi dan tanggapan positif dari masyarakat menjadi indikator bahwa konsep yang kami bangun mampu menyampaikan pesan kepada audiens. Semoga karya ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, mencintai budaya, serta menjaga warisan leluhur melalui kreativitas yang inovatif," pungkas Adlin.

