PAGELARAN MAKARYA (MASYARAKAT KAKI RAONG BERKARYA)

Feb , 9 2017
Write by : Admin

Peristiwa budaya ini berjudul PAGELARAN MAKARYA (Masyarakat Kaki Raong Berkarya). Pagelaran MAKARYA bukan event. Dan pagelaran bukan festival. Pagelaran MAKARYA adalah hari raya kebudayaan bagi masyarakat di 9 desa kaki gunung Raung yang berada di kecamatan Songgon.

Pagelaran MAKARYA adalah aktifitas membangun kebersamaan warga. Masyarakat sembilan desa di kaki gunung Raung bergotong-royong, bersinergi, tak mengharap upah, tak berharap untung, hanya jiwa saling memberi, saling menyemangati, saling dukung, dan bersaling-silang ide serta gagasan untuk membangun potensi berbasis sumber daya alam dan sumber daya manusia, dengan selalu tetap menjaga kearifan lokal dan kelestarian lingkungan hidup.

Pagelaran ini menggelar berbagai potensi masyarakat sembilan desa se-kecamatan Songgon, Banyuwangi. Potensi seni budaya, potensi ritual tradisi, potensi kuliner tradisional, potensi hasil bumi, hasil hutan, produk-produk UMKM, kerajinan, dan lain-lain.
Kegiatan-kegiatan dalam Pagelaran MAKARYA adalah:

RUWATAN MASAL
Hari Jumat, 3 Februari 2016, setelah shalat Jumat s/d selesai
Dalang ruwatan Ki Dalang Sentot, dari Desa Sragi, Songgon, Banyuwangi

DISKUSI BUDAYA DAN SEJARAH BLAMBANGAN dalam keterkaitannya dengan masyarakat di kaki Gunung Raung
Hari Jumat, 3 Februari 2017, mulai jam 19.00 WIB
menghadirkan narasumber pemerhati sejarah, budayawan, dan tokoh masyarakat

PAGELARAN WAYANG KULIT
Hari Jumat, 3 Februari 2016, mulai jam 22.00 WIB s/d selesai
lokasi kegiatan di bumi perkemahan Karo Adventure.

-KEGIATAN KESENIAN, STAND, WORKSHOP, DEMO KERAJINAN:
Dilaksanakan hari Sabtu dan Minggu, 4-5 Januari 2017, setiap hari dimulai jam 09.30 sampai jam 22.00, dengan jeda break di waktu-waktu shalat dan makan.
Untuk kegiatan kesenian, diselenggarakan di dua panggung yang bermain bersamaan. Sementara stand-stand didirikan dan beroperasi di area-area di antara dua panggung.

-KESENIAN TRADISIONAL DARI SONGGON DAN SEKITARNYA:
Wayang Osing (Ki Dalang Ilham), Kampus Dalang (Arum Dalu, Gambiran), Sanggar seni tari Tawang Alun (P. Harno), Gandrung Besan dan Lanang (P. Gambar), Gandrung cilik (SDN Sumberagung), Sendra Tari  Jaran Goyang – Sri Ganyong – Seblang Lukinto – Gandrung Dor -  Margapati – Seling (P. Yogi) dari Genteng, Angklung (SMP KOSGORO), Kuntulan (P. Pairi), Kesenian Barong (Truno Joyo Budoyo), Karawitan (Sayu Wiwit), Jaranan (P. Untung), Penari dan Penabuh Cilil (Sanggar Telogo Arum), Paduan Suara (SMPN 1 Songgon), dan masih akan ada lagi beberapa tambahan performance dari seniman ataupun sanggar-sanggar dari kecamatan Songgon dan sekitarnya.

-SENIMAN DARI JARINGAN KAMPUNG NUSANTARA.
Redy Eko Prastyo (musisi dawai dari Malang), Tebo Aumbara (penari dan koreografer dari Ubud, Bali), Unen-Unen Rengel (pelestari alat musik purba dari Tuban), Ali Gardy (pemain saksophone dari Situbondo), Ghuiral Sarafagus (pemain klarinet dari Jember), Didit (musisi dari Kampung Ular Desa Salaman, Magelang), Youliez Mbix (perupa dan musisi dari Ubud, Bali), Baron Famousa (pemain karinding dari Majalengka), Rendi Xamagata (pemain cello bambu dari Majalengka), Momon Karman (pemain suling dari Bandung), Alif Flamenco (gitaris dari Bandung), Renda Pangestu (gitaris dari Bali), Catur Sang Klana (seniman dari Jember), Miko Malioboro (seniman dari Jogja), Cok De (pemain suling dari Bali), Traveller Akustik (musik akustik dari Malang), KWK Reggae (grup reggae etnik dari Songgon), Kawitan (musik akustik etnik dari Kampong Wisata Temenggungan, Banyuwangi), Patrol Reggae Kopilego (grup musik patrol reggae dari Kampong Kopi Lerek Gombengsari, Banyuwangi), Sepak Bola Api Kopilego (kesenian sepak bola api dari Kampong Kopi Lerek Gombengsari, Banyuwangi)

SENIMAN MANCANEGARA:
Gilles Saisi (musisi dawai dari Perancis), Mehdi Al Lagui (gitaris dari Perancis), Jesse Larson (seniman dari Amerika), Michiel Dijkman (pemain banjo dari Belanda), Euginy Rodionov (pemain digital music dari Rusia), Jessica Dall’anesa (seniman dari Perancis), Jade (dari Perancis), Evan Silver (seniman teater dari Amerika)

SALING-SILANG BUNYI DAN SALING-SILANG GERAK.
Kolaborasi kesenian tradisional dari seniman Songgon, seniman Jaringan Kampung Nusantara, dan seniman mancanegara.

WORKSHOP PENGOLAHAN SAMPAH BOTOL DAN PLASTIK
Workshop diselenggarakan 3 kali. Workshop tentang bagaimana mengolah sampah botol plastik.
Peserta workshop adalah kepala-kepala desa, pengelola-pengelola tempat wisata, dan ibu-ibu PKK kecamatan Songgon. 
Pemateri workshop: Russel Maeir (dari Kanada), Ani Himawati (dari Jogja), dan Tunjung Crystal (dari Bali), yang tergabung dalam komunitas ecobricks internasional

WORKSHOP PROSES PEMBUATAN VIDEO SEBAGAI POTENSI USAHA TELEVISI ONLINE
Workshop pematerian proses produksi pembuatan video untuk pengembangan membangun bisnis industri kreatif televisi berbasis online, yang sangat memungkinkan, mudah, dan murah, bisa dilakukan oleh siapa saja. 
Pemateri workshop: Iwan Kurniawan (kameraman), Syahrul Ramadhan (kameraman), dan M. Iqbal (editor). Ketiganya adalah praktisi televisi berbasis online dari Jakarta.

STAND PAMERAN DAN STAND BERJUALAN
Kuliner tradisional, hasil bumi, hasil hutan, produk UMKM, kerajinan

DEMO KERAJINAN
Demonstrasi pembuatan kerajinan-kerajinan yang dikembangkan masyarakat desa di kecamatan Songgon. Kerajinan-kerajinan yang akan mendemokan proses pembuatannya adalah: kerajinan panahan, kerajinan angklung, kerajinan bambu, kerajinan berbahan reuse dan recycle kertas

GOTONG-ROYONG
Perlu diketahui, bahwa semua pengisi acara dalam kegiatan ini mereka tampil dengan sukarela, dan tidak dibayar. Baik seniman atau sanggar seni dari desa-desa di kecamatan Songgon, dari desa dan kampung lain di Banyuwangi, dari berbagai kampung nusantara, bahkan seniman dari mancanegara.

Masyarakat desa-desa di kecamatan Songgon bergotong-royong untuk ikut mensukseskan kegiatan, dengan menyumbangkan tenaga dan pemikiran, menyediakan rumah-rumahnya secara gratis untuk penginapan para tamu dari luar Songgon, menyumbang bahan-bahan pembuatan panggung, bahkan menyumbangkan dana.

Untuk konsumsi bagi para pengisi acara dan panitia, masyarakat bersinergi bahu-membahu untuk memenuhinya. Ada sumbangan konsumsi yang dikoordinir oleh RT-RT, kepala desa, sekolah-sekolah, maupun secara pribadi-pribadi.

Semua dilaksanakan secara bergotong-royong. Gotong-royong adalah sebuah tradisi asli nusantara yang di jaman modern ini kian meredup. Dan melalui kegiatan ini masyarakat Songgon membuktikan, bahwa gotong-royong di Songgon adalah sebuah kearifan yang masih lestari.


SWADAYA DAN MANDIRI

Berbeda dengan kegiatan-kegiatan festival pada umumnya, Pagelaran MAKARYA ini merupakan kegiatan yang dibangun secara swadaya dan mandiri, tumbuh dari masyarakat. Semula kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas Karo Adventure, yang didukung oleh pergerakan Hidora (Hiduplah Indonesia Raya), Japung Nusantara (Jaringan Kampung Nusantara), dan pihak Kecamatan Songgon.

Komunitas Karo Adventure merupakan komunitas anak-anak muda dari desa Sumberbulu dan sekitarnya, yang membangun usaha bersama dalam tema petualangan dan arung jeram, dan memiliki visi besar mengkonservasi sungai dan mata air. Komunitas ini telah menggerakkan lebih dari 100 KK warga kampung Sumberbulu untuk mengembangkan koperasi, menggerakkan kerja bakti pelestarian dan penataan bantaran sungai, serta mengembangkan budi daya tanaman pakis hutan sebagai alternatif pengalihan eksploitasi bambu muda (sebagai tanaman yang akar-akarnya bagus dalam menyimpan air)

Pergerakan Hidora (Hiduplah Indonesia Raya) adalah komunitas yang berorientasi mendorong berkembangnya masyarakat kampung dan desa, melalui penggalian dan optimasi potensi alam maupun potensi sumberdaya manusia yang ada di kampung dan desa. Di Banyuwangi Hidora telah menemani beberapa kampung, seperti Kawitan (Kampong Wisata Temenggungan), Kopilego (Kampong Kopi Lerek Gombengsari), dan Kampong Pusan (Pulau Santen).

Japung Nusantara (Jaringan Kampung Nusantara) adalah jejaring antar kampung dan desa di nusantara yang mengembangkan dirinya secara mandiri, dan saling support serta saling berbagi ide. Saat ini terdapat lebih dari 50 kampung di berbagai penjuru pelosok nusantara yang telah berjejaring dan bersinergi dalam Jaringan Kampung Nusantara.


PAGELARAN MAKARYA

Waktu:
Jumat – Minggu
3-5 Februari 2017
Lokasi: 
Karo Adventure
Desa Sumberbulu, Songgon, Banyuwangi

Kontak Person:
Sudarmono (Ketua Panitia)

  • hp/wa: 0857-8407-6596

Budi Santoso (Karo Adventure)

  • hp/wa: 081-218-655-838, 081-764-21713

Bachtiar Djanan (Hidora, Japung Nusantara)

  • hp/wa 081-334-495-491

Share :

  • Ella

    2 months ago

    (0)

    Dilly

    5 months ago

    We need a lot more intgshis like this!

    (0)

    Kelli

    4 months ago

    Short, sweet, to the point, FRxEceEa-tly as information should be!

    (0)