Pertama di Banyuwangi, Konser Kolaborasi Sinden digelar sebagai langkah regenerasi pesinden gandrung yang siap mewarisi seni budaya Banyuwangi. Diselenggarakan di Halaman Kantor Disbudpar Banyuwangi atas inisiasi Dewan Kesenian Blambangan (DKB) yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Acara yang berlangsung pada Senin malam, (5/4) itu berlangsung meriah dengan hadirnya dua guest star perempuan cantik dan berbakat, yaitu Agnes Serfozo dan Diyah Safira.

Agnes Serfozo dikenal sebagai pesinden asal Budapest, Hongaria yang sejak tahun 2009 telah aktif sebagai pesinden di tanah jawa. Ia juga telah mahir menyanyikan vocal khas Solo, Semarang, Yogyakarta, Banyumas, Jawa Timuran, dan vokal khas Banyuwangi. Sedangkan Diyah Safira adalah sosok milenial asli Banyuwangi yang telah piawai dalam dunia tarik suara, ia kerap tampil dalam pagelaran gandrung sebagai sinden maupun penari.

Konser kolaborasi sinden juga melibatkan sekitar 40 pesinden milenial yang sebelumnya telah melewati proses pelatihan. Meski di tengah modernisasi dan terpaan budaya luar, sama sekali tidak menyurutkan tekat mereka dalam melestarikan seni tradisi khususnya sinden gandrung Banyuwangi.

Berbusana serba merah, acara ini diawali oleh penampilan kolaborasi antara pesinden milenial yang membawakan gendhing using dengan Agnes Serfozo yang membawakan gendhing jawa. Secara bersahutan, penampilan mereka begitu memukau. Bahkan kepala Disbudpar Banyuwangi M.Y Bramuda menyebutkan bahwa tampilan seperti ini akan menjadi terobosan baru dalam penampilan sinden gandrung.

"Jika biasanya dalam satu wiyaga hanya terdapat satu sinden, hari ini puluhan pesinden tampil bersama. Jika saat ini sudah ada gandrung sewu, tidak menutup kemungkinan nantinya juga akan ada sinden sewu," kata Bramuda.

Setelah tampil kolaborasi, Agnes Serfozo tampil solo dengan menyanyikan lagu berbahasa using "Gelang Alit". Selanjutnya dilanjutkan oleh penampilan Diyah Safira yang berkolaborasi dengan gandrung milenial dengan membawakan lagu "Mawar Kapuronto".

Selain atraksi seni budaya, Konser Kolaborasi Sinden juga melibatkan Komunitas Onthel Tobos. Uniknya, berbekal seperda onthel dan tobos, mereka menyulapnya menjadi tempat berjualan produk-produk UMKM.