Upaya Melestarikan Budaya "Othekan", Banyuwangi Menghadirkan Festival Lesung 2021
lokal Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kab. Banyuwangi

Upaya Melestarikan Budaya "Othekan", Banyuwangi Menghadirkan Festival Lesung 2021

Upaya melestarikan adat dan budaya yang terdapat dalam musik lesung, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Festival Musik Lesung di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. 10/4 • Lesung adalah lumpang yang digunakan untuk menumbuk padi. Di era sekarang ini lesung sudah sangat jarang atau bahkan sudah tidak digunakan lagi untuk menumbuk padi karena sudah tergantikan dengan tehnologi canggih. • Ketua Adat Kemiren, Suhaimi menyampaikan, masyarakat Desa Wisata Adat Osing Kemiren melestarikan lesung ini dengan cara memainkannya dan hal ini sering disebut "othek" karena dalam memainkannya terdapat suara "tek tek tek". Ini salah satu warisan leluhur kita jadi harus kita jaga supaya tetap lestari. • "Lesung/gedogan/othekan biasanya jaman dahulu dilaksanakan pada bulan purnama atau pada saat hajat. Ketika ditabuh mengeluarkan suara "gadog gadog gadog" maka dari situlah diberi nama gedhogan. Lesung ini dulu untuk menumbuk padi untuk memisahkan kulit padi dan beras. Dalam memukul lesung ini harus dipukul dari samping bukan dari atas." ujar Astorik selaku Camat Glagah. • Astorik menambahkan, filosofi lesung adalah dalam memberikan ilmu kepada seseorang harus perlahan dan lembut supaya ilmunya dapat diterima. Beda halnya kalau dari atas dengan nada keras maka yang menerima akan marah dan akhirnya tidak dapat manfaat. Hal ini sama halnya yang dilakukan orang dahulu dalam memisahkan padi dengan kulitnya supaya tidak rusak harus perlahan dan dari samping. Kalau dipukul dari atas pasti padi itu akan rusak. • Masyarakat Desa Wisata Adat Osing Kemiren berharap semoga lesung ini makin dikenal masyarakat didalam dan diluar kota, sehingga dalam melestarikan musik lesung ini bisa dikenal turun temurun ke anak dan cucu.

Tinggalkan komentar