Banyuwangi Level 2, Sudah Vaksin? Yuk Berwisata ke Banyuwangi
lokal Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kab. Banyuwangi

Banyuwangi Level 2, Sudah Vaksin? Yuk Berwisata ke Banyuwangi

Pemerintah pusat kembali mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. Perpanjangan PPKM yang di umumkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Senin (6/9), berlaku tanggal 7-13 September 2021. Dalam pengumuman tersebut, Banyuwangi masuk di level 2, yang minggu sebelumnya berada di level 3. Selain Banyuwangi, tercatat ada 43 kabupaten/kota di Jawa dan Bali yang berada di level 2. Dengan status PPKM level 2, sesui Instruksi Mendagri No. 39 tanggal 6 September 2021 dan SE Satgas Penangan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, berarti ada kelonggaran yang bisa dilakukan masyarakat, diantaranya tempat wisata boleh buka dengan pembatasan pengunujung 25 persen dari kapasitas. Namun para pengunjug harus sudah divaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan. Untuk rumah makan diizinkan buka sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan kaasitas 50 persen dan waktu makan 60 menit. Wisata kita bukan lagi mass tourism, melainkan quality tourism. Beberapa lokasi wisata di Banyuwangi akan menerapkan pengecekan vaksin untuk memastikan pengunjung yang datang ke destinasi wisata benar-benar sudah tervaksin. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M.Y. Bramuda mengatakan pembukaan kembali tempat wisata ini harus tetap mengikuti regulasi yang telah ditetapkan dalam Instruksi Mendagri dan SE Satgas Penangan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi. "Secara prinsip aturan di level tetap kita jalankan, sekarang sedang kita persiapkan sistem untuk mengkoneksikan semua destinasi wisata, hotel dan restoran ke aplikasi peduli lindungi. Yang intinya bagi mereka yang sudah vaksin ayo berwisata ke Banyuwangi," Ajak Pak Bram, sapaan akrabnya. "Nantinya masyarakat, hanya tinggal menscan barcode yang sudah diintegrasikan dengan aplikasi Peduli Lindungi di tempat wisata yang didatangi. Sebagai cara untuk mengetahui bahwa wisatawan yang berkunjung sudah divaksin. Inilah upaya pemerintah untuk mencegah penularan COVID-19 di sektor pariwisata." pungkasnya. Dengan dibukanya kembali destinasi wisata ini, Bramuda berharap bisa mendorong masyarakat agar antusias untuk mengikuti program vaksinasi. Selain itu, agar perputaran roda perekonomian masyarakat yang ada di lokasi wisata bisa pulih kembali. Penggunaan Tiket online dioptimalkan booking dan e-tiketing yang disesuaikan dengan kapasitas 25% kunjungan. Mengkampanyekan kepada wisatawan untuk travel agent tentang kententuan-ketentuan tersebut agar dipahami oleh calon wusatawan yang mau ke Banyuwangi.

Tinggalkan komentar