PRECET GEDANG

Precet Gedang merupakan kuliner khas Banyuwangi. Gedang atau Pisang adalah bahan baku utama untuk membuat kudapan yang satu ini. Pisang yang biasa di gunakan adalah pisang SOBO masyarakat Banyuwangi menyebutnya. Kudapan precet gedang ini akan banyak di temui saat bulan Ramadhan tiba. Precet gedang ini lebih mirip dengan mie namun ukurannya lebih besar dan tidak terlalu memanjang seperti halnya mie.

Cara membuatnya cukup mudah, pisang sobo yang digunakan haruslah yang sudah matang. Pisang di kukus hingga matang lalu di cetak dengan cetakan khusus yang terbuat dari tempurung Kelapa. Tumpurung kelapa yang dibelah menjadi 2 bagian ini, akan di beri lubang lubang pada bagian ujung / punggungnya. Pisang yang sudah di kukus matang di letakkan dalam satu cetakakan tumpurung kelapa dan di tekan hingga keluar menyerupai mie. Satu pisang bisa di gunakan untuk satu precet, namun sesuai selera. Istilah Precet berasal dari cara pembuatannya dengan menekan pisang yang telah di kukus kedalam cetakan, proses keluarnya pisang yang di cetak ini mengeluarkan suara mrecet-cet sehingga kuliner khas satu ini disebut precet.

Precet gedang oleh masyarakat Banyuwangi khususnya suku Using kemiren, menjadi makanan pembuka saat berbuka tiba. penyajiannya dengan mencampurkan Santan yang telah di masak dengan campuran pandan, gula pasir / gula merah dan garam secukupnya. Sajian ini bisa di sajikan hangat ataupun dingin dengan menggunakan Daun Pisang sebagai alasnya.

Saat Bulan Ramadhan tiba, dapat di sepanjang Jalan Desa Kemiren atau Glagah,Pasat Tradisional Banyuwangi, sepanjang jalan kota Banyuwangi yang menjajakan saat sore hari menjelang Berbuka puasa. Harganya cukup terjangkau mulai dari Rp. 5000 - Rp. 8000.